Gugat Boeing 737 Max, LOT Polish Airline kalah di Pengadilan AS
Sabtu, 23 Mei 2026
JAKARTA - Boeing dinyatakan tidak bersalah karena menyembunyikan masalah keselamatan pada jet 737 MAX yang dijual kepada LOT Polish Airlines pada dekade lalu, menurut putusan juri pada Jumat (22/5/26) di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Seattle.
Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/5/2026), LOT menuduh Boeing melakukan penipuan dengan menyembunyikan perubahan penting pada sistem kendali penerbangan pesawat lorong tunggal populer tersebut.
Perubahan itu dikaitkan dengan dua kecelakaan fatal 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menyebabkan pesawat tersebut dilarang terbang di seluruh dunia selama 20 bulan.
Maskapai tersebut menuntut ganti rugi sebesar US$153 juta akibat larangan terbang global terhadap armada 737 MAX.
Setelah persidangan selama dua minggu, para anggota juri bermusyawarah selama tiga jam sebelum akhirnya memutuskan memenangkan Boeing.
“Kami merasa puas dengan putusan juri yang memenangkan kami hari ini,” kata Juru Bicara Boeing.
LOT mengeluarkan pernyataan yang mengakui hasil putusan tersebut, namun masih membuka kemungkinan untuk mengajukan banding.
“Karena proses hukum mungkin belum sepenuhnya selesai. LOT tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail persidangan pada tahap ini,” kata perusahaan itu.
Kisah Gugatan LOT
LOT Polish Airlines merupakan salah satu maskapai tertua di Eropa yang berdiri sejak 1929.
Gugatan LOT Polish Airlines terhadap Boeing berakar dari krisis global pesawat Boeing 737 MAX setelah dua kecelakaan fatal yang terjadi pada 2018 dan 2019.
Kasus bermula ketika pesawat Boeing 737 MAX milik Lion Air jatuh di perairan Indonesia pada Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang.
Beberapa bulan kemudian, Maret 2019, pesawat 737 MAX milik Ethiopian Airlines juga jatuh tak lama setelah lepas landas dan menewaskan 157 orang.
Dua kecelakaan itu kemudian dikaitkan dengan sistem perangkat lunak kendali penerbangan bernama MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System).
Setelah dua tragedi tersebut, regulator penerbangan di seluruh dunia memutuskan melarang seluruh armada Boeing 737 MAX terbang selama hampir 20 bulan.
Larangan terbang global itu membuat banyak maskapai mengalami kerugian besar karena pesawat tidak bisa dioperasikan, jadwal penerbangan terganggu, dan biaya operasional meningkat.
LOT termasuk salah satu maskapai yang sudah membeli dan mengoperasikan Boeing 737 MAX sebelum grounding terjadi.
Dalam gugatan di pengadilan Amerika Serikat, LOT menuduh Boeing tidak secara terbuka mengungkap perubahan penting pada sistem MCAS saat menjual pesawat tersebut.
LOT berpendapat, jika informasi itu disampaikan secara lengkap sejak awal, maskapai bisa mengambil keputusan berbeda terkait pembelian maupun pengoperasian pesawat.
Karena armada 737 MAX mereka tidak bisa digunakan selama grounding global, LOT mengklaim mengalami kerugian finansial hingga US$153 juta.
Kerugian itu antara lain terkait pembatalan penerbangan, penyewaan pesawat pengganti, gangguan operasional, serta hilangnya potensi pendapatan.
Namun dalam putusan terbaru di Seattle, juri memutuskan Boeing tidak bersalah atas tuduhan menyembunyikan masalah keselamatan dari LOT.
Meski begitu, LOT masih membuka kemungkinan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut (YS)