Ekspor batu bara Mongolia ke China naik 61%, lewati Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026

image

BEIJING – Impor batu bara China dari Mongolia melonjak tajam 61% pada bulan April.

Seperti dikutip Reuters, Jum'at (22/05), lonjakan ini mendorong negara tersebut mengungguli Indonesia, yang merupakan pengekspor batu bara terbesar di dunia dan telah lama menjadi pemasok bahan bakar utama bagi China.

Berdasarkan data dari Administrasi Umum Bea Cukai China (General Administration of Customs) pada hari Rabu, Mongolia tercatat mengirimkan 11,33 juta metrik ton batu bara melintasi perbatasan ke negara tetangganya tersebut, secara tipis mengalahkan Indonesia yang menjual 11,12 juta ton atau turun 22% secara tahunan.

Meskipun tersalip pada bulan April, selama empat bulan pertama tahun ini (Januari-April), pengiriman Indonesia hanya turun 8% dan tetap mempertahankan keunggulannya atas Mongolia dengan 61,43 juta ton berbanding 39,37 juta ton.

Di sisi lain, pengiriman Mongolia masih mencatat kenaikan 61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menjelaskan dinamika pasar yang menggeser posisi tersebut, platform analitik maritim Signal Ocean menyatakan dalam catatannya: "Output domestik yang lebih tinggi dan harga batu bara lokal yang lebih rendah telah mengurangi daya saing kargo Indonesia berkalori rendah (low-CV) yang diimpor di pasar pesisir China."

Di luar faktor persaingan harga, volatilitas yang lebih besar terhadap pengiriman batu bara Indonesia diperkirakan masih dapat terjadi ke depan.

Pada hari Rabu, pemerintah Indonesia mengungkap rencana menyeluruh untuk sentralisasi ekspor batu bara serta komoditas utama lainnya, termasuk minyak sawit, di bawah sebuah perusahaan milik negara. Rencana tersebut mengguncang investor, karena kebijakan itu dinilai bertujuan memperkuat kendali pemerintah terhadap penetapan harga.

Secara makro, perubahan posisi pemasok ini terjadi di tengah penurunan keseluruhan impor batu bara China. Impor batu bara China turun 14% secara tahunan pada April menjadi 33,1 juta metrik ton, sementara impor kumulatif tahun berjalan turun 2,1% menjadi 149,4 juta metrik ton.

Penurunan tersebut juga berdampak pada pemasok utama lainnya. Impor China dari Rusia dan Australia—masing-masing pemasok terbesar ketiga dan keempat—turun masing-masing 30% dan 39% pada April. (SF)Berikut angka impor batu bara dari pemasok utama China:

NegaraApril 2026Perubahan YoYJan-April 2026Perubahan YoY
Indonesia 11.120.116 -22% 61.428.792 -8%
Mongolia 11.326.872 61% 39.366.369 61%
Rusia 5.211.314 -30% 22.622.574 -17%
Australia 4.223.646 -39% 16.767.584 -10%