Trump ungkap kesepakatan dengan Iran sudah hampir tercapai

Senin, 25 Mei 2026

image

TEHERAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan antara Washington dan Tehran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan kini “hampir selesai dinegosiasikan”.

Seperti dikutip Al Jazeera, pernyataan ini memunculkan harapan meredanya ketegangan di kawasan setelah serangkaian diplomasi yang melibatkan banyak negara.

Menurut Trump, rancangan nota kesepahaman (MoU) yang dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas dunia, serta langkah menuju penghentian konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. 

Ia menyebut kesepakatan tersebut telah dibicarakan dengan sejumlah negara kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain.

Trump juga mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut pembicaraan tersebut berjalan baik.

Sejumlah laporan media menyebut kerangka kesepakatan akan dilakukan bertahap, mulai dari penghentian perang hingga negosiasi lanjutan selama 30 hari untuk mencapai perdamaian yang lebih permanen.

Namun, pihak Iran menyatakan masih ada perbedaan besar dalam negosiasi, terutama terkait status Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan konflik dengan kelompok-kelompok yang didukung Tehran di Lebanon.

Media Amerika Serikat melaporkan bahwa dalam rancangan kesepakatan, Iran akan diizinkan menjual minyak secara lebih bebas, sementara sanksi AS terhadap sektor energi Iran dapat dilonggarkan. 

Sebagai imbalannya, Iran disebut akan berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir dan membahas pengurangan stok uranium yang diperkaya tinggi.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pembahasan masih berada pada tahap kerangka awal atau MoU, dan belum ada kesepakatan final. 

Iran juga membantah sejumlah klaim yang disampaikan Trump terkait kontrol atas Selat Hormuz, yang disebut tetap berada di bawah pengelolaan Tehran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan perang dan mencegah eskalasi lebih lanjut, sementara detail teknis masih akan dinegosiasikan dalam 30 hingga 60 hari ke depan melalui mediasi. (DK)