Insider trading, produser film Raymond Wong diputus bersalah

Senin, 25 Mei 2026

image

NEW YORK - Produser film Hong Kong Raymond Wong dinyatakan bersalah atas kasus insider trading setelah mendorong adiknya, Jenny Wong, membeli saham menggunakan informasi rahasia terkait perusahaan hiburan yang ia pimpin. 

Seperti dikutip TheStraitsTimes, keluarga mereka disebut meraup keuntungan lebih dari HK$1 juta dari transaksi tersebut.

Menurut pernyataan Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong, putusan dijatuhkan pada 22 Mei setelah persidangan pidana selama 16 hari. 

Pengadilan Magistrat Timur Hong Kong mengungkap bahwa Wong, 80 tahun, mengetahui informasi sensitif dan belum dipublikasikan pada 2017 saat negosiasi penjualan sahamnya di Pegasus Entertainment Holdings, perusahaan yang ia dirikan bersama putranya, Edmond Wong, pada 2009.

Informasi rahasia itu mencakup penandatanganan memorandum of understanding serta penerimaan uang muka sebesar HK$10 juta dari calon pembeli. 

Setelah menerima dana tersebut pada 25 Agustus 2017, Raymond Wong mentransfer total HK$2 juta kepada adiknya, yang langsung mulai membeli saham Pegasus pada hari yang sama.

Jaksa juga membeberkan bahwa Wong beberapa kali mengirim pesan WhatsApp kepada Jenny Wong antara 30 Agustus hingga 2017, berisi arahan mengenai waktu dan harga pembelian saham Pegasus.

Sepanjang periode 25 Agustus hingga 17 Oktober 2017, Jenny Wong membeli lebih dari sembilan juta saham Pegasus dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar setelah kesepakatan diumumkan pada 25 Oktober 2017. 

Sebagian besar pembelian saham itu dibiayai dari dana yang diberikan Raymond Wong.

Pengadilan menyebut Jenny Wong memperoleh keuntungan lebih dari HK$1 juta dari transaksi tersebut. Pada 2018, Pegasus kemudian berganti nama menjadi Transmit Entertainment.

Kasus ini dijadwalkan kembali disidangkan pada 9 Juni untuk pembacaan hukuman. Raymond Wong saat ini masih dibebaskan dengan jaminan.

Raymond Wong dikenal sebagai salah satu veteran perfilman Hong Kong.

Ia populer lewat serial film Happy Ghost dan All’s Well, Ends Well. 

Dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai mengurangi aktivitas produksi film dan aktif mengelola kanal YouTube yang menampilkan kemampuan bernyanyinya. (DK)