Perang Iran reda, IHSG antisipasi ketidakpastian ekspor SDA

Senin, 25 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak campuran, seiring kombinasi sentimen positif dari pasar global dan ketidakpastian dalam negeri terkait sentralisasi ekspor komoditas.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, indeks saham di Amerika Serikat (AS) seperti Dow Jones naik 0,58%. Sementara S&P 500 naik 0,37% dan Nasdaq Composite 0,19%.

Kenaikan tersebut seiring adanya sejumlah indikasi kemajuan dalam upaya perdamaian antara AS dan Iran, serta rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan seperti Nvidia dan Walmart.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam riset yang disampaikan awal pekan ini, mengatakan IHSG secara teknikal telah mencapai support penting di 5.900-6.000 dan mencatatkan technical rebound. Sehingga indeks diperkirakan bergerak terbatas di kisaran 6.100 dan 6.400.

“Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan terkait regulasi sentralisasi ekspor komoditas strategis, terutama mengenai mekanisme dan implementasinya yang sejauh ini masih memunculkan berbagai interpretasi dari sejumlah pihak,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai dari dalam negeri, pelaku pasar akan mengantisipasi periode efektif rebalancing indeks MSCI akhir bulan ini, saat perdagangan sepekan akan relatif pendek karena libur Idul Adha 2026.

“Selain itu, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru pemerintah.  Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6.000-6.250 di pekan ini,” jelas analis Phintraco.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG merosot 8,35% pada perdagangan sepekan kemarin dan bertahan di 6.162,05. Sejumlah saham yang menjadi pemberat bagi IHSG, terafiliasi dengan konglomerasi ternama di Indonesia dari Grup Barito hingga Sinar Mas. (KR)