Harga minyak anjlok 6% berkat sinyal damai AS-Iran, bursa Asia menguat

Senin, 25 Mei 2026

image

JAKARTA – Harga minyak turun sekitar 6% pada perdagangan Senin (25/5) didukung ekspektasi pasar terhadap sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent di pasar berjangka turun 5,7% menjadi US$97,69 per barel pada pukul 10.43 WIB menurut data Reuters. Sementara itu harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok 6% menjadi US$90,85 per barel.

Kedua harga komoditas utama dunia ini sempat menyentuh level terendahnya pada 7 Mei 2026, namun kembali melesat seiring gagalnya negosiasi pertama antara AS dan Iran.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pada Sabtu bahwa Washington dan Iran telah melakukan “negosiasi besar-besaran” demi mencapai kesepakatan damai, serta berusaha membuka kembali Selat Hormuz—jalur vital bagi seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair global.

“Terlepas dari berbagai risiko dan ketidakpastian yang masih membayangi kesepakatan damai dan Selat Hormuz, kini mulai terlihat titik terang yang melegakan bagi harga minyak mentah untuk jangka pendek,” kata analis MST Marquee, Saul Kavonic.

Meskipun demikian, AS dan Iran masih berbeda pandangan terkait sejumlah isu utama, yang dibahas dalam negosiasi damai. Trump bahkan mengatakan pada akhir pekan kemarin, bahwa AS tidak buru-buru dalam mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Kita pernah berada di tahap seperti ini sebelumnya, tetapi pembicaraan akhirnya gagal. Karena itu, pasar kemungkinan akan lebih berhati-hati untuk bereaksi secara berlebihan,” ujar Head of Commodities Strategy ING, Warren Patterson.

Di sisi lain, para analis memperkirakan normalisasi arus perdagangan dan harga minyak yang melalui Selat Hormuz tetap butuh waktu beberapa bulan.

Berdasarkan pantauan IDNFinancials.com, mayoritas indeks saham di kawasan emerging market Asia kompak menguat. TWSE Taiwan memimpin dengan kenaikan 3,15%, disusul PCOMP Filipina naik 1,25%, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 0,97%. (KR)