China dan AS cari jalan tengah soal ekspor mineral kritis

Senin, 25 Mei 2026

image

BEIJING - China menyatakan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat terkait kekhawatiran yang “masuk akal” mengenai kontrol ekspor tanah jarang, demikian disampaikan Kementerian Perdagangan China pada Rabu.Seperti dikutip Reuters, dalam pernyataannya, Beijing menegaskan bahwa pembatasan tersebut sah dan sesuai hukum.Kebijakan kontrol ekspor yang diberlakukan sejak April 2025 itu merupakan respons atas tarif “Liberation Day” yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.Hingga kini, aturan tersebut masih membatasi ekspor sejumlah unsur tanah jarang dan mineral penting lainnya, isu yang berulang kali disoroti pejabat AS.Gedung Putih pada Minggu lalu menyatakan bahwa China sepakat membahas kekhawatiran terkait kelangkaan tanah jarang seperti yttrium dan scandium, serta mineral kritis lainnya, dalam pertemuan para pemimpin di Beijing pekan lalu.Menanggapi pernyataan tersebut, Kementerian Perdagangan China mengatakan kedua pihak telah berdiskusi dan akan mencari solusi atas “kekhawatiran yang wajar dan sah” dari masing-masing negara.“Pemerintah China menerapkan kontrol ekspor terhadap tanah jarang dan mineral kritis lainnya sesuai hukum dan regulasi yang berlaku, serta meninjau permohonan lisensi sipil yang memenuhi ketentuan,” demikian isi pernyataan itu.Pernyataan dari kedua negara yang dirilis hanya berselang beberapa hari menunjukkan adanya situasi baru, di mana Washington tampaknya mulai menerima pembatasan ekspor tersebut secara tidak langsung.Enam bulan sebelumnya, usai pertemuan para pemimpin di Busan, Gedung Putih sempat menyatakan pembatasan itu akan dicabut.Kelangkaan paling terasa terjadi pada yttrium, unsur yang digunakan untuk melindungi bilah turbin pada mesin pesawat dan pembangkit listrik dari suhu ekstrem.

Isu tanah jarang kembali menjadi sorotan dalam pernyataan Gedung Putih pada Minggu serta wawancara terpisah dengan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer.

Data bea cukai China yang dirilis Rabu juga menunjukkan ekspor 10 ton yttrium oxide ke AS pada April, turun dibandingkan 60 ton pada Maret.

Sebelum kontrol ekspor diberlakukan, pengiriman rata-rata mencapai sekitar 30 ton per bulan selama 13 bulan.

Setelah pembatasan diterapkan, rata-ratanya turun menjadi sekitar 8 ton per bulan. (DK)