SoftBank terbitkan obligasi Yen US$1,6 miliar untuk investor ritel

Senin, 25 Mei 2026

image

WASHINGTON - SoftBank Group berencana menghimpun dana sebesar ¥260 miliar atau sekitar US$1,6 miliar melalui penerbitan obligasi subordinasi yang menyasar investor ritel, hanya dua bulan setelah penawaran serupa sebelumnya.

Berdasarkan dokumen yang dirilis perusahaan pada Senin, obligasi tersebut memiliki tenor 35 tahun dengan opsi pelunasan lebih awal oleh penerbit setelah lima tahun. 

Seperti dikutip Bloomberg, penetapan harga dijadwalkan pada 5 Juni, dengan kupon awal lima tahun diperkirakan berada di kisaran 4,8% hingga 5,6%.

Kembalinya SoftBank ke pasar obligasi ritel mencerminkan meningkatnya kebutuhan pendanaan perusahaan untuk investasi terkait kecerdasan buatan (AI). 

Sebelumnya, perusahaan memangkas rencana pinjaman margin senilai US$10 miliar yang dijamin oleh kepemilikannya di OpenAI, menandakan tekanan terhadap posisi pembiayaan grup tersebut.

Penerbitan obligasi skala besar untuk mendukung investasi infrastruktur AI juga terus meningkat secara global, dengan yen Jepang menjadi salah satu mata uang favorit karena imbal hasilnya yang rendah. 

Awal bulan ini, Alphabet Inc., induk Google, menerbitkan obligasi yen senilai ¥576,5 miliar, terbesar yang pernah diterbitkan perusahaan asing menurut data Bloomberg.

Pada April lalu, SoftBank juga menerbitkan obligasi ritel senilai ¥418 miliar, disertai obligasi dolar AS dan euro senilai US$3,6 miliar untuk investor institusi.

Investasi SoftBank di OpenAI, pengembang ChatGPT, kini telah melampaui US$60 miliar.

Konglomerasi Jepang itu menghadapi kebutuhan pendanaan besar untuk belanja infrastruktur AI dan investasi lainnya, di tengah persiapan OpenAI menuju potensi penawaran umum perdana saham (IPO).

Risiko kredit SoftBank yang tercermin dari credit-default swaps (CDS) masih menjadi salah satu yang tertinggi di Jepang, dengan spread melebar sekitar 70 basis poin sepanjang 2026.

Pada Maret lalu, S&P Global Ratings merevisi prospek peringkat SoftBank Group menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan alasan kekhawatiran terhadap likuiditas aset setelah tambahan investasi perusahaan di OpenAI. (DK)