Garap proyek KDMP, PMJS dapat tambahan utang Rp1,8 triliun
Senin, 25 Mei 2026
JAKARTA – PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) melalui anak usahanya yaitu PT Dipo Internasional Pahala, telah memperoleh tambahan fasilitas kredit Rp1,8 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Direktur Utama PMJS, Ie Putra, mengatakan tambahan itu membuat total kredit yang diterima oleh DIPO bertambah menjadi Rp5 triliun.
Rinciannya terdiri atas kredit modal kerja Rp1,8 triliun dan fasilitas garansi bank Rp3,2 triliun. Untuk kredit modal kerja, DIPO dikenai bunga 6,5% per tahun dan mendapat tenor selama 12 bulan.
“Dengan diperolehnya fasilitas kredit modal kerja, DIPO diharapkan dapat mengembangkan kegiatan operasional usaha sehubungan dengan pengerjaan proyek dari PT Agrinas Pangan Nusantara,” kata Ie Putra, dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (22/5).
Menurut data IDNFinancials.com, DIPO adalah dealer resmi kendaraan bermotor yang dikendalikan oleh PMJS, dengan porsi kepemilikan saham 82,64%.
Berdasarkan catatan IDNFinancials.com, PMJS telah menandatangani kontrak pengadaan 20.600 unit truk bersama Agrinas pada 6 April 2026. Proses pengadaan diserahkan kepada DIPO selaku anak usaha.
Pada perdagangan Senin (25/5), harga saham PMJS naik 8,04% ke level Rp121 per lembar, setara 13,57 kali dari Earnings Per Share (EPS) disetahunkan. Namun dalam sebulan terakhir, harga sahamnya masih turun 6,92%. (KR)