Dirut PPRO Dyah Rahadyannie buka strategi jelang merger 7 BUMN Karya
Selasa, 02 Desember 2025

JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) menegaskan kesiapan menyesuaikan strategi internal seiring rencana merger tujuh BUMN Karya oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Utama PPRO Dyah Rahadyannie mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari agenda restrukturisasi industri konstruksi.
“PPRO memandang Program Danantara sebagai bagian dari agenda restrukturisasi BUMN Karya yang bertujuan memperkuat fundamental industri konstruksi secara keseluruhan,” ujarnya paparnya dalam paparan publik Jumat (28/11)
PPRO kini menata ulang portofolio proyek, dengan fokus pada segmen berarus kas cepat seperti landed house, serta mendorong efisiensi dan kontrol biaya. Dyah menegaskan peningkatan tata kelola dilakukan untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi proses konsolidasi.
Ia berharap restrukturisasi di level BUMN Karya dapat berjalan baik dan meningkatkan nilai bagi pemangku kepentingan.
Sekretaris Perusahaan PT PP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa seluruh BUMN Karya bersama konsultan sedang mengevaluasi proses penggabungan tersebut. “Proses merger saat ini masih dalam proses kajian,” katanya.
Evaluasi mencakup kinerja operasional, keuangan, proyeksi proyek, hingga potensi risiko. Joko menambahkan bahwa pembahasan berlangsung intensif dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance.
Dari sisi Waskita Karya, Direktur Utama Muhammad Hanugroho mengatakan proses integrasi masih berjalan dan ditargetkan rampung pada 2026, mencakup penyatuan aset, SDM, dan kepatuhan. Sambil menunggu keputusan final, Waskita mempercepat divestasi guna menekan beban utang.
“Sambil menjaga dukungan berkelanjutan selama proses integrasi dengan Danantara dan BP BUMN,” ujarnya.
Hanugroho menekankan pentingnya disiplin finansial karena sebagian besar pendanaan Waskita bersifat komersial. Ia menyebut divestasi proyek KLBM dan Becakayu sebagai prioritas, sekaligus menjaga ekuitas agar tidak negatif melalui mitigasi risiko dan optimalisasi piutang anak usaha.(DH)