Harga minyak mentah anjlok, IHSG lanjut rebound 0,72%

Senin, 25 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72% pada perdagangan Senin (22/5), ditopang sentimen positif dari pasar komoditas global.

Sebanyak 470 saham bergerak menguat, 236 melemah, dan 114 lainnya stagnan.

Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp16,95 triliun, melibatkan perdagangan 27,66 miliar lembar saham.

Tiga saham yang mencatat nilai transaksi tertinggi yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,60 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp993,19 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp791,45 miliar.

Ketiga saham ini juga ditutup menguat. Harga saham BBCA naik 3,39% ke Rp6.100, BMRI naik 2,43% ke Rp4.220, dan AMMN naik 8,62% ke Rp3.150 per lembar.

Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG mendapat dukungan dari harga minyak mentah dunia yang kembali melemah di bawah US$100 per barel, menyusul harapan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Meskipun demikian IHSG masih bergerak fluktuatif di tengah bayang-bayang rebalancing MSCI dan implementasi kebijakan-kebijakan baru pemerintah,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Secara teknikal, analis Phintraco juga menilai IHSG belum mampu menembus level Moving Average (MA) 5 hingga penutupan.

Dari kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham juga bergerak menguat.

Indeks TWSE Taiwan memimpin dengan kenaikan 3,26%, disusul NIFTY India 1,34%, dan Hang Seng Indeks 0,86%. Sedangkan PCOMP Filipina naik 0,80%, SET Thailand 0,66%, dan KOSPI Korea Selatan 0,41%.

Namun FBMKLCI Malaysia jadi satu-satunya indeks saham di kawasan ini yang melemah, meski hanya turun 0,24%. (KR)