Harga perak capai rekor baru, melonjak di atas US$56 per troi ons
Selasa, 02 Desember 2025

JAKARTA - Harga perak kembali melesat dan menembus rekor baru di atas US$56 per troi ons.
Pada perdagangan terakhir, perak diperdagangkan di level US$56,41 per troi ons, didorong kekhawatiran terkait pengetatan pasokan serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).Menurut data Tradingeconomics.com, Minggu (30/11), persediaan perak di Tiongkok turun ke level terendah dalam satu dekade akibat pengiriman besar-besaran ke London yang dipicu oleh pasar fisik yang semakin ketat.
Pada saat yang sama, ekspor perak Tiongkok melonjak ke rekor tertinggi, melampaui 660 ton pada Oktober.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar kini memperkirakan probabilitas sekitar 85% untuk penurunan suku bunga ketiga Fed pada Desember, dengan tiga pemangkasan tambahan diantisipasi hingga akhir 2026.
Sentimen tersebut juga diperkuat oleh laporan yang menyebut Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, sebagai kandidat kuat Ketua The Fed berikutnya, sosok yang dinilai sejalan dengan preferensi Presiden AS Donald Trump untuk suku bunga rendah.
Sejak Oktober, perak terus beberapa kali menguji rekor tertinggi. Kombinasi ketidakpastian ekonomi global, prospek pelonggaran kebijakan moneter, serta pasokan fisik yang makin ketat telah menjaga momentum kenaikan harga logam mulia tersebut.
Sebelumnya, harga perak dunia sempat mencetak rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir, melampaui angka US$36 per troi ons pada Jumat (6/6), setelah sebelumnya ditutup di US$35,81 pada Kamis di bursa Comex.
Kenaikan tajam ini menandai lonjakan harga sebesar 23% dalam setahun terakhir, mendekati kinerja harga emas yang naik 46% di periode yang sama.
Fenomena ini didorong oleh strategi perdagangan rasio emas-perak (gold-silver ratio), di mana para trader memanfaatkan penyempitan selisih harga antar kedua logam tersebut.
Rasio yang sejak Januari 2025 bertahan di sekitar 100, kini menyusut menjadi 93,33, memicu minat besar pada perak. (DK)