SINI akan lunasi utang bank Rp900 miliar dari hasil rights issue
Senin, 25 Mei 2026
JAKARTA - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana melunasi utang jangka pendek senilai total Rp900 miliar, yang akan jatuh tempo pada kuartal III 2026.Langkah ini diambil seiring dengan rencana aksi korporasi besar berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan estimasi nilai Rp3,6 triliun.Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, salah satu tujuan penggunaan dana rights issue tersebut adalah melunasi total kewajiban Rp900 miliar yang berasal dari tiga fasilitas pinjaman bank terpisah dengan nilai masing-masing sebesar Rp300 miliar.Berikut ini rincian utang Perseroan yang akan segera jatuh tempo, sebagai berikut: • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Fasilitas kredit pertama senilai Rp300.000.000.000, jatuh tempo pada 14 Agustus 2026. • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Fasilitas kredit kedua senilai Rp300.000.000.000, jatuh tempo pada 12 September 2026. • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Fasilitas kredit senilai Rp300.000.000.000, jatuh tempo pada 21 September 2026.Dalam upaya memperkuat struktur keuangan, manajemen Perseroan telah menyampaikan surat resmi kepada Bank Mandiri pada 22 Mei 2026 perihal rencana pelunasan seluruh kewajiban lebih awal (early repayment) untuk porsi utang Rp300 miliar.Pelunasan dipercepat ini disesuaikan dengan ketentuan dalam Perjanjian Kredit Bank Mandiri dan akan ditindaklanjuti setelah mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).Penataan portofolio utang ini berkaitan erat dengan rencana Perseroan untuk mengambil alih saham PT Kalimaya Mustika (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO). Akuisisi ini juga akan menggunakan dana hasil rights issue.Nilai transaksi akuisisi tersebut ditetapkan sebesar Rp1,73 triliun, atau setara dengan 110,27% dari total aset konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025.Mengingat saham KMS saat ini masih menjadi objek jaminan gadai kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Perseroan bersama PTRO telah menyampaikan Surat Permohonan Persetujuan penjualan anak usaha kepada BCA, BNI, dan Bank Mandiri sejak 18 Mei 2026.Manajemen PTRO memastikan seluruh saham KMS akan terbebas dari jaminan apa pun pada tanggal penyelesaian transaksi.Sebelumnya, IDNFinancials melaporkan bahwa Perseroan akan menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 721.500.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Selain itu, SINI menyampaikan rencana partisipasi salah satu pemegang sahamnya dalam rights issue, yaitu PT Kreasi Jasa Persada (KJP) milik PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang menguasai 19,74% saham SINI melalui KJP. (DK/ZH)