Indonesia blokir platform prediksi Polymarket
Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA -- Indonesia telah memblokir platform pasar prediksi Polymarket sebagai bagian dari penindakan terhadap perjudian online, kata kementerian komunikasi dan digital, beberapa hari setelah situs tersebut membuka taruhan tentang berakhirnya masa jabatan Prabowo Subianto sebelum waktunya.
Perjudian ilegal di Indonesia dan pihak berwenang terus memperketat pengawasan terhadap taruhan online.
Pejabat kementerian Alexander Sabar dalam pernyataan pada Jumat malam mengatakan Polymarket diklasifikasikan di Indonesia sebagai platform perjudian online dan aktivitasnya mengandung unsur taruhan dan spekulasi atas peristiwa yang belum pasti, sehingga melanggar hukum Indonesia.
Polymarket menarik perhatian di media sosial Indonesia pekan lalu setelah muncul taruhan mengenai kapan Prabowo akan lengser sebagai presiden. Masa jabatan Prabowo berakhir pada 2029.
Taruhan itu diluncurkan pada 21 Mei, sehari setelah Prabowo mengumumkan rencana besar untuk memusatkan kendali atas ekspor komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan minyak sawit.
Pemerintahan Prabowo tahun ini memang mendapat sorotan investor terkait kebijakan ekonominya.
Polymarket belum segera menanggapi permintaan komentar Reuters melalui email pada Senin.
Pemerintah Indonesia juga sedang menelusuri seluruh akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket, kata pejabat kementerian, Sabar.
Platform prediksi seperti Polymarket memungkinkan pengguna memperoleh keuntungan dari prediksi atas berbagai peristiwa seperti olahraga dan pemilu, dalam industri bernilai miliaran dolar.
Sejumlah pihak penentang, termasuk beberapa negara bagian di Amerika Serikat, berpendapat bahwa pasar prediksi merupakan aktivitas ilegal dan tidak berlisensi menurut hukum setempat. (YS)