Saldo laba negatif meski kinerja pulih, GMFI siap kuasi reorganisasi
Senin, 25 Mei 2026
JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mengumumkan rencana kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo laba negatif (retained earnings deficit) sebesar US$512,9 juta per Januari 2026, yang masih membebani posisi ekuitas Perseroan.
Menurut Perseroan, posisi saldo laba yang masih defisit ini mempersulit akses pendanaan eksternal, yang kemudian menghambat ekspansi bisnis dan pembentukan kemitraan strategis.
“Serta menekan daya saing Perseroan di tengah persaingan industri MRO global,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (25/5).
Sebagai catatan, kuasi reorganisasi merupakan prosedur akuntansi untuk merestrukturisasi ekuitas, dengan cara mengeliminasi saldo laba negatif akibat kerugian historis, sehingga memungkinkan perusahaan tumbuh berkelanjutan di masa mendatang.
Peraturan IX.L.1 Bursa Efek Indonesia mengizinkan emiten melakukan aksi korporasi tersebut, jika emiten tersebut mencatat saldo laba negatif dalam jumlah material—setara 60% modal disetor, atau 10 kali rata-rata laba bersih dalam tiga tahun terakhir—namun telah menunjukkan perbaikan kinerja laba dalam tiga tahun terakhir.
Hingga akhir Desember 2025, saldo laba ditahan GMFI memang tercatat masih minus US$515,6 juta. Defisit ini telah terjadi sejak tahun buku 2018.
Angka tersebut ini kemudian membengkak signifikan pada 2019 akibat rugi US$54 juta yang timbul dari rugi usaha serta beban keuangan yang membengkak.
Kondisi ini semakin parah pada periode 2020-2022, ketika industri penerbangan lumpuh akibat pandemi COVID-19.
Namun, pada periode 2023-2025, manajemen mulai melihat perbaikan kinerja operasional, yang diikuti pemulihan pendapatan dan tingkat profitabilitas Perseroan.
GMFI mencatatkan pertumbuhan pendapatan 12,9% pada 2024 serta 16,8% pada 2025, yang disertai pertumbuhan laba bersih sejak tahun 2022 hingga 2025.
Pemulihan kinerja keuangan tersebut juga membuat GMFI berhasil membalikkan posisi defisiensi modal pada 2024 menjadi ekuitas senilai US$813 juta per Desember 2025.
Hingga Januari 2026 pun, GMFI masih menunjukkan tren profitabilitas, dengan laba periode berjalan sebesar US$2,7 juta.
Dengan terpenuhinya semua syarat tersebut, GMFI berencana melakukan kuasi reorganisasi dengan mengeliminasi saldo laba negatif, menggunakan pos-pos ekuitas dengan nilai positif.
Menurut keterangan resmi, defisit ini akan dihapus dengan:
“Setelah pelaksanaan Rencana Kuasi Reorganisasi tersebut, saldo laba negatif Perseroan akan menjadi nol,” jelas manajemen dalam keterangan resmi.
Namun, rencana aksi korporasi ini masih harus disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 1 Juli 2026 mendatang.
Dalam keterangannya, manajemen GMFI berharap kuasi reorganisasi ini dapat memperbaiki posisi keuangan dan struktur ekuitas, memungkinkan pembagian dividen bagi pemegang saham, serta mempermudah akses pendanaan dan mitra strategis di masa depan. (ZH)