Menko Airlangga: Penguatan PMI sejalan dengan stabilitas ekonomi

Selasa, 02 Desember 2025

image

JAKARTA – PMI Manufaktur Indonesia naik ke 53,3 pada November 2025 dari 51,2 pada bulan sebelumnya, menandai ekspansi empat bulan berturut-turut dan menjadi level tertinggi sejak Februari.

Kenaikan didorong permintaan domestik akhir tahun yang meningkatkan produksi, stok bahan baku, dan perekrutan.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai penguatan PMI sejalan dengan stabilitas ekonomi.

“Penurunan tekanan harga pangan terutama volatile food yang melandai ke 5,48% year-on-year dari 6,59% membantu menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan pemerintah diarahkan menjaga daya beli dan mobilitas. “Stimulus dan berbagai insentif di tengah permintaan domestik yang meningkat secara musiman menjadi pendorong tambahan,” kata Airlangga.

Di kawasan, aktivitas manufaktur Asia masih bervariasi. Mengutip reuters.com, China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan mencatat pelemahan, sementara sebagian negara Asia Tenggara tetap ekspansif.

Investasi pabrik dan peralatan Jepang hanya naik 2,9% pada Juli–September, melambat dari kuartal sebelumnya.Di China, PMI manufaktur swasta kembali berada di zona kontraksi, meski perlambatannya lebih moderat.

“Volume peti kemas di pelabuhan China hampir tidak berubah dibandingkan Oktober Komponen output bahkan menyentuh level terendah empat bulan,” kata Zichun Huang, ekonom Capital Economics.(DH)