Huawei rilis chip baru, saham teknologi China menguat
Selasa, 26 Mei 2026
TIONGKOK - Saham perusahaan chip China melonjak pada perdagangan Senin setelah Huawei melaporkan terobosan dalam desain chip canggih, memicu optimisme terhadap kemandirian semikonduktor China di tengah sanksi Amerika Serikat yang masih berlangsung.
Seperti dikutip Investing.com, Huawei menyatakan chip kelas atas buatannya diperkirakan mampu mencapai kepadatan transistor setara proses 1,4 nanometer dalam lima tahun ke depan.
Perusahaan juga memperkenalkan konsep baru bernama “Tau Scaling Law” yang berfokus meningkatkan performa chip melalui efisiensi sistem, bukan hanya mengandalkan ukuran transistor yang semakin kecil.
Selain itu, Huawei meluncurkan arsitektur “LogicFolding” yang dijadwalkan hadir pada chip Kirin generasi terbaru akhir tahun ini.
Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan kinerja secara signifikan dengan mempersingkat jalur kabel internal chip.
Sentimen positif langsung mengangkat saham perusahaan semikonduktor China.
Saham Semiconductor Manufacturing International Co melonjak lebih dari 17%, sementara Cambricon Technologies naik hampir 10% dan Piotech Inc melesat lebih dari 18%.
Hwatsing Technology turut menguat 8%, Shenzhen Fastprint Circuit Tech naik 6%, sedangkan Qingdao Yunlu Advanced Materials Technology melonjak 9%.
Optimisme investor terhadap sektor chip China terus menguat dalam beberapa bulan terakhir seiring upaya perusahaan domestik mencari alternatif pengganti produk NVIDIA setelah Amerika Serikat memperketat pembatasan ekspor prosesor AI canggih.
Chip AI Ascend milik Huawei kini semakin dipandang sebagai alternatif utama bagi pengembang kecerdasan buatan di China, termasuk DeepSeek. (DK)