Indonesia bidik pertumbuhan ekspor lewat platform data digital

Selasa, 26 Mei 2026

image

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyatakan Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar, dan kehadiran Indonesian Export Potential Dashboard diharapkan mampu membantu memaksimalkan peluang tersebut.

Saat peluncuran platform data perdagangan itu di Jakarta, Senin (25/5), Esti mengatakan dashboard tersebut dirancang sebagai solusi untuk memetakan dan mengembangkan potensi ekspor di berbagai daerah secara lebih optimal.

Seperti dikutip ANTARA, Ia mengungkapkan Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$41,05 miliar sepanjang 2025, terdiri dari surplus nonmigas US$60,75 miliar dan defisit migas US$19,7 miliar.

Sementara pada periode Januari-Maret 2026, surplus perdagangan Indonesia mencapai US$5,5 miliar. Ekspor nonmigas tercatat sebesar US$63,6 miliar, sedangkan impor nonmigas mencapai US$52,97 miliar.

Pemerintah berharap pemerintah daerah di seluruh provinsi memanfaatkan dashboard tersebut untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi ekspor di wilayah masing-masing guna meningkatkan kinerja perdagangan nasional.

Menurut Esti, meningkatnya aktivitas ekspor Indonesia menunjukkan produk dalam negeri semakin kompetitif dan mampu memenuhi standar pasar global.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, pemerintah juga terus memperluas akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan, termasuk ratifikasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan sejumlah negara seperti Kanada, Peru, dan beberapa negara Afrika.

Esti juga mengungkapkan bahwa dalam misi dagang ke China, Indonesia berhasil menandatangani nota kesepahaman senilai sekitar US$88 juta.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan produk Indonesia semakin diminati di pasar internasional dan memiliki daya saing tinggi.

Pemerintah berharap dashboard baru ini dapat meningkatkan kesadaran daerah terhadap peluang ekspor yang selama ini belum tergarap maksimal. (DK)