Targetkan lewati Rio Tinto, Vale naikkan produksi bijih besi
Rabu, 03 Desember 2025
JAKARTA – Perusahaan tambang Brasil, Vale memperkirakan produksi bijih besinya meningkat hingga 3% pada 2026 seiring pemulihan kapasitas setelah insiden bendungan Brumadinho.
Dikutip minning.com (02/12), dalam pertemuan investor di London, perusahaan menargetkan produksi tahun depan mencapai 335 juta–345 juta ton, naik dari sekitar 335 juta ton pada 2025 dan mengonfirmasi capaian tahun ini berada di batas atas target.
Produsen asal Brasil itu juga menegaskan ambisinya merebut kembali posisi sebagai produsen bijih besi terbesar dunia, melampaui Rio Tinto. Proyeksi jangka panjang turut dipertahankan, yakni produksi 360 juta ton pada 2030.
Untuk logam dasar, Vale memperkirakan produksi tembaga mencapai 350.000–380.000 ton pada 2026, sementara nikel ditargetkan 175.000–200.000 ton, relatif stabil dibanding tahun ini.
Di sisi lain, anak usaha Vale Base Metals meneken perjanjian dengan Glencore untuk mengevaluasi proyek pengembangan tembaga brownfield di Sudbury Basin, Kanada.
“Setelah pekerjaan awal ini selesai, tujuannya adalah agar VBM dan Glencore beralih ke usaha patungan sebagai mitra yang setara dalam proyek tersebut.,” ujar perusahaan. Proyek tersebut diperkirakan menghasilkan 880.000 ton tembaga dalam 21 tahun, dengan kebutuhan investasi US$1,6 miliar–US$2 miliar.(DH)