Rupiah tembus Rp17.800/US$, terus melemah sejak BI Rate naik
Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah 0,34% ke level Rp17.803 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (26/5) menurut data Bloomberg, hingga pukul 9.36 WIB.
Rupiah terakhir menguat terhadap dolar AS pada 20 Mei 2026, tepat setelah Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan sebanyak 50 basis points (bps) menjadi 5,25%. Saat itu rupiah menguat 0,29% dan bertahan di level Rp17.654 per dolar AS.
Namun penguatan rupiah tak bertahan lama, hingga akhirnya melemah dalam 4 hari perdagangan terakhir. Sejak awal tahun ini, nilai rupiah terhadap dolar AS telah tergerus 6,67%.
Pelemahan rupiah sejalan dengan kinerja mata uang negara emerging market Asia lainnya, terhadap dolar AS.
Baht Thailand mencatat pelemahan paling dalam 0,36% terhadap dolar AS, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,31%, peso Filipina melemah 0,22%, rupee India turun 0,21%, dan yuan China melemah 0,04%.
Won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang menguat terhadap dolar AS, meski penguatannya hanya 0,33%.
Di sisi lain, indeks dolar AS melemah 0,19% dan menyentuh 99,05.
Riset analis OCBC yang dikutip Reuters, menyebut pelemahan dolar AS saat ini belum punya dasar yang kuat, karena ekonomi AS cukup tangguh menghadapi inflasi, serta ekspektasi sikap bank sentral yang cenderung hawkish.
Riset tersebut juga menyebut harga minyak yang relatif masih tinggi, meskipun telah berada di bawah US$100 per barel. Namun pemulihan ke kisaran US$60-70 per barel yang cenderung lambat, dinilai jadi dukungan tambahan bagi dolar AS. (KR)