BBTN tawarkan KPR rumah second bunga 5%
Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA - Emiten bank pelat merah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menawarkan pembiayaan rumah bekas atau second dengan bunga mulai 5% fixed selama lima tahun.
Program ini disiapkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus mendorong investasi properti dan mendukung program tiga juta rumah pemerintah.
Senior Executive Vice President Assets Management BBTN Benjamen Sihombing mengatakan perseroan menyediakan sekitar 10.000 unit rumah second melalui program Lelang Akbar BTN 2026.
Properti yang ditawarkan disebut memiliki harga kompetitif, bahkan dapat mencapai 40% di bawah harga pasar.
"Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian dengan harga lebih terjangkau sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat dan transparan," ujar Benjamen dalam acara Lelang Akbar BTN 2026 di Jakarta, Senin (25/5).
BBTN menargetkan sekitar 35% hingga 45% dari total unit yang dilelang dapat terjual tahun ini. Perseroan menilai capaian tersebut cukup untuk mendorong perputaran ekonomi serta mempercepat pemulihan aset bank.
Untuk mendukung pembelian rumah lelang, BBTN menghadirkan produk KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5% fixed selama lima tahun, uang muka mulai 1%, dan tenor hingga 30 tahun.
Benjamen mengatakan rumah second dan aset lelang kini semakin diminati karena menawarkan harga lebih murah dengan lokasi yang umumnya sudah berkembang dan memiliki fasilitas lengkap.
Secara wilayah, properti lelang BBTN paling banyak berada di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah aset terbesar sehingga dibagi menjadi dua area lelang, yakni Jabar 1 dan Jabar 2.
BBTN juga mencatat mayoritas pembeli rumah lelang berasal dari kelompok usia di bawah 45 tahun atau generasi milenial.
Perseroan menilai tren tersebut menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi properti.
Property Expert Panangian Simanungkalit menilai pasar properti residensial berpotensi bangkit dalam beberapa tahun mendatang seiring meningkatnya partisipasi masyarakat membeli rumah.
Sementara itu, Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Syukriah mengatakan aset yang paling banyak dilelang secara nasional masih didominasi tanah dan bangunan, disusul ruko serta perkebunan.
Menurut Syukriah, sepanjang 2025 frekuensi lelang melalui KPKNL di seluruh Indonesia mencapai sekitar 1,5 juta transaksi dengan tingkat penjualan sekitar 30%.
Ia menilai program bunga 5% dari BTN dapat memperluas akses masyarakat menjadi investor properti, terutama investor pemula. (DK)