Dampak konflik Iran, QatarEnergy batalkan 17 kargo LNG ke Italia

Selasa, 26 Mei 2026

image

JAKARTA - QatarEnergy kembali membatalkan pengiriman tambahan lima kargo LNG kepada salah satu pelanggan terbesarnya di Eropa, memperpanjang status force majeure dari awal Juli hingga pertengahan Agustus, kata perusahaan utilitas Italia Edison pada Senin.

Edison memiliki kontrak jangka panjang dengan QatarEnergy untuk pasokan 6,4 miliar meter kubik LNG per tahun ke Italia. Pasokan tersebut terdampak sejak April akibat gangguan yang berkaitan dengan perang Iran.

Seperti dikutip Reuters, dengan pemberitahuan terbaru tersebut, total 17 kargo LNG yang dijadwalkan dikirim ke terminal Adriatic LNG di Italia utara kini terkena force majeure. 

Volume yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2,2 miliar meter kubik gas.

Edison, unit usaha grup energi Prancis EDF, menyatakan telah berupaya mengganti volume yang hilang, terutama melalui impor LNG dari Amerika Serikat. 

Hingga 25 Maret, perusahaan berhasil menggantikan sembilan dari 17 kargo yang dibatalkan QatarEnergy atau setara sekitar 1 miliar meter kubik gas.

Perusahaan sebelumnya menyebut laba operasional kuartal pertama turun hampir setengah akibat dampak negatif force majeure yang diumumkan QatarEnergy. 

Edison juga memangkas proyeksi kinerja tahunan karena ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, Edison menegaskan gangguan pasokan tersebut diperkirakan tidak akan memengaruhi pelanggan akhir mereka.

Italia juga diperkirakan mulai menerima LNG dari fasilitas Golden Pass LNG di Amerika Serikat mulai Juni. 

Proyek tersebut merupakan usaha patungan QatarEnergy dan Exxon Mobil. (DK)