Mayora bidik laba tumbuh 17,3% di 2026 usai meroket 53,5% per April

Selasa, 26 Mei 2026

image

JAKARTA – PT Mayora Indah Tbk (MYOR), emiten produsen makanan dan minuman ringan dalam kemasan, melaporkan pertumbuhan laba signifikan hingga 53,5% secara tahunan per April 2026.

Pertumbuhan signifikan tersebut melanjutkan tren positif pada akhir Maret atau kuartal I 2026, ketika MYOR membukukan laba bersih tumbuh 37% meski penjualan merosot 4,7%.

Mengutip Materi Paparan Publik 2026, Perseroan mengungkap laba bersih MYOR dalam empat bulan pertama di tahun 2026 mencapai Rp1,26 triliun, naik dari Rp823 miliar yang dicatatkan per April 2025 lalu.

Selain itu, penjualan tercatat kembali tumbuh di perode Januari-April 2026, naik 3,1% menjadi Rp12,5 triliun. Dengan demikian, MYOR berhasil mempertahankan margin laba bersih di level 10,1% hingga April 2026 – bahkan melesat dari 6,8% per April 2025.

Dengan capaian tersebut, MYOR mengungkap optimisme terhadap kinerja keuangannya hingga akhir Desember 2026.

Perseroan memproyeksikan laba bersih tahun 2026 melonjak 17,3% menjadi Rp3,41 triliun, ditopang penjualan yang naik 8,2% menjadi Rp41,85 triliun – dengan margin laba bersih diproyeksikan terjaga di level 8,2%.

Di sisi lain, MYOR juga mengakui beberapa tantangan yang dihadapi di tahun ini, terutama faktor-faktor eksternal, seperti biaya bahan baku yang membengkak akibat keterbatasan suplai, hingga persaingan usaha domestik yang ketat dan ketegangan geopolitik global.

Namun, sebagai catatan, per kuartal I 2026 kemarin, Perseroan sukses menekan biaya produksi dan melakukan efisiensi beban pokok penjualan hingga turun 10,36% secara tahunan. Selain itu, beban bunga juga terpangkas hingga 13,76%. (ZH)