Airlangga Hartarto: UMKM dan digitalisasi dorong pertumbuhan ekonomi

Rabu, 27 Mei 2026

image

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, pengembangan ekonomi daerah dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan antarwilayah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya peran daerah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita memiliki target besar menuju pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk mencapai target tersebut, daerah harus terus didorong karena pertumbuhan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pertumbuhan daerah,” ungkap Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Jakarta.

Airlangga juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong solid, baik dari sisi korporasi maupun perekonomian secara umum.

“Inflasi nasional tercatat berada di level 2,4%, sementara depresiasi rupiah sekitar 2,6% dan dinilai lebih baik dibandingkan periode tekanan ekonomi sebelumnya,” ujarnya dalam siaran pers di laman resmi Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Senin (25/5).

Dari sisi penguatan ekonomi daerah, pemerintah terus mengakselerasi peran UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dengan alokasi sekitar Rp300 triliun, program tersebut disebut mampu meningkatkan kapasitas UMKM hingga sekitar 34% serta berkontribusi terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18–27%.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp111 triliun.

Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong transformasi ekonomi digital melalui kolaborasi lintas sektor dan pemerintah daerah.

Nilai ekonomi digital Indonesia saat ini diperkirakan mencapai US$150 miliar dan berpotensi meningkat hingga US$400 miliar pada 2030.

Bahkan, jika integrasi ekonomi digital ASEAN berjalan optimal, potensi kawasan dapat mencapai US$2 triliun dengan Indonesia berpeluang memperoleh sekitar US$600 miliar.

Pemerintah juga mendorong hilirisasi berbasis silika di daerah-daerah potensial sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri semikonduktor. (DK)