IHSG turun 1,23% terseret profit taking dan saham bank
Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,23% atau 76,16 poin ke 6.130,19 pada perdagangan Selasa (26/5), setelah sempat menguat di awal sesi.
Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp18,10 triliun, melibatkan 24,88 miliar lembar saham.
Sebanyak 447 saham mencatat penurunan harga, sedangkan hanya 241 saham yang menguat dan 133 lainnya stagnan.
Mayoritas indeks sektoral melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor industri sebesar 3,38% dan konsumer cyclical 2,20%.
Tiga saham yang menjadi penopang likuiditas perdagangan saham kali ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dengan nilai transaksi Rp1,35 triliun.
Berikutnya disusul oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp1,17 triliun, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp1,06 triliun.
Namun ketiganya mencatat kinerja saham yang berbeda. Harga saham BBCA turun 2,05% ke Rp5.975, sementara BRPT naik 5,07% ke Rp1.555 dan TPIA naik 7,65% ke Rp1.900.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG pada Selasa dipicu profit taking, menjelang libur panjang dan rebalancing indeks MSCI.
Selain itu, serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap rudal dan kapal pemasang ranjau laut milik Iran, menjadi sentimen negatif pada sinyal damai yang mulai terbentuk.
“IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Jumat (29/5),” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, indeks saham KOSPI memimpin di peringkat pertama dengan kenaikan 2,55%. SET Thailand naik 0,22% sementara indeks saham lain seperti FMKLCI hingga PCOMP Filipina melemah terbatas. (KR)