BNBR rights issue Rp4,76 triliun, Grup Bakrie jadi pembeli siaga
Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menetapkan harga pelaksanaan saham rights issue sebesar Rp53 per lembar, sehingga berpotensi menghimpun dana Rp4,76 triliun dari penerbitan 89,1 miliar saham baru seri E.
Estimasi perolehan dana itu, lebih rendah dari perkirakan awal BNBR yang menargetkan sekitar Rp6,5 triliun dari rights issue.
Dalam prospektus yang disampaikan BNBR, setiap pemegang 27 saham lama perseroan mendapat hak untuk membeli 14 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Selanjutnya setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 lembar saham baru.
Dua pemegang saham utama BNBR, yakni Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, menyatakan tidak akan mengeksekusi HMETD mereka meskipun masing-masing memiliki 22,41% dan 22,17% saham.
Seluruh HMETD keduanya akan dialihkan ke PT Bakrie Capital Indonesia, entitas bagian dari Grup Bakrie. Selain itu Bakrie Capital juga akan bertindak sebagai pembeli siaga, dengan estimasi tambahan modal yang siap disetor penuh hingga Rp4,76 triliun.
Recording date untuk memperoleh HMETD dijadwalkan pada 26 Juni 2026. Sementara pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juni 2026 dan pembayaran penuh oleh pembeli siaga pada 17 Juli 2026.
Efek dilusi kepemilikan saham yang timbul akibat aksi korporasi ini diperkirakan mencapai 34,15%.
Sebagai catatan, Bakrie Capital baru-baru ini juga telah menambah kepemilikan saham di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).
Sejak awal tahun, kendaraan investasi Grup Bakrie ini telah keluar dana lebih dari Rp1 triliun untuk menggenggam 7,06% saham BIPI. (KR)