Intelejen Inggris: Aktivitas hybrid Rusia dan China sudah harian
Kamis, 28 Mei 2026
LONDON – Inggris menghadapi “momen penentuan” di tengah meningkatnya ancaman dari negara-negara lawan dan tekanan untuk tetap unggul dalam perlombaan teknologi, menurut Kepala Badan Intelijen GCHQ, Anne Keast-Butler.
Dalam pidato tahunan perdananya untuk GCHQ, Keast-Butler akan memperingatkan bahwa dunia kini memasuki “era baru ketidakpastian radikal, geopolitik yang diperebutkan, dan perubahan teknologi yang sangat cepat”.
“Risiko kesalahan perhitungan berada pada level tertinggi yang pernah saya lihat,” demikian kutipan pernyataannya.
Seperti dikutip Reuters, GCHQ, Badan Intelijen Inggris yang bertugas menyadap komunikasi dan menangani keamanan siber nasional, merupakan salah satu dari tiga pilar intelijen utama Inggris yang selama bertahun-tahun telah memperingatkan ancaman dari Rusia dan China.
Pekan lalu, kepala National Cyber Security Centre (NCSC) juga memperingatkan potensi peningkatan serangan siber yang terkait dengan negara-negara musuh.
Dalam pidatonya di Bletchley Park, pusat sejarah pemecah sandi Inggris pada Perang Dunia II, Keast-Butler menyebut Rusia “meningkatkan aktivitas hibrid harian terhadap Inggris dan Eropa” serta terus menargetkan infrastruktur kritis, proses demokrasi, rantai pasok, dan kepercayaan publik.
[[ Hybrid activities, istilah geopolitik/keamanan hybrid warfare atau hybrid threats. Dalam konteks ini maknanya operasi gabungan Rusia yang tidak sepenuhnya perang terbuka, tapi juga bukan damai biasa. Campuran dari: serangan siber, disinformasi dan propaganda, sabotase infrastruktur fisikpenyelundupan teknologi, destabilisasi politik dari dalam. ]]
Ia juga menyoroti upaya GCHQ dalam menggagalkan penyelundupan teknologi Barat oleh Rusia, menahan serangan siber, serta menangkal sabotase dan upaya pembunuhan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Keast-Butler menyebut “landasan di bawah kaki kita sedang bergeser”, dan Inggris bersama sekutunya harus berjuang untuk tetap unggul, terutama dalam menghadapi persaingan dengan China. (DK)