Ekspor mobil listrik China melonjak 40% pada April 2026

Kamis, 28 Mei 2026

image

TIONGKOK - Ekspor kendaraan listrik (EV) China melonjak 40% pada April, memperkuat dominasi negara itu di pasar global yang terus berkembang pesat.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, data bea cukai yang dihimpun Bloomberg menunjukkan ekspor EV China mencapai 278.081 unit bulan lalu. 

Dengan demikian, total penjualan luar negeri sejak awal tahun menembus 893.852 unit.

Asia menjadi tujuan utama ekspor EV China dengan impor mencapai 110.613 unit, disusul Eropa sebanyak 83.813 unit dan Amerika Latin 52.897 unit.

Sementara itu, Oseania mengimpor 22.695 kendaraan listrik asal China, sedangkan Amerika Utara mencatat impor 4.422 unit.

Brasil mencatat lonjakan permintaan terbesar di antara 10 pasar ekspor utama, dengan impor melesat 221% menjadi 38.144 unit. 

Korea Selatan, Jerman, dan Australia juga mencatat kenaikan permintaan signifikan, berkisar antara 100% hingga 190%.

Kinerja ekspor tersebut terjadi meski Amerika Serikat dan Eropa memperketat hambatan terhadap kendaraan listrik buatan China.

Amerika Serikat mengenakan tarif 100% untuk EV asal China serta melarang perangkat lunak tertentu buatan China pada kendaraan terkoneksi. 

Uni Eropa juga menerapkan tarif hingga 35,3% terhadap EV China.

Menurut International Energy Agency (IEA), China kini menjadi produsen EV terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 75% dari total produksi global yang mencapai 22 juta unit pada 2025.

Ekspor EV China mencetak rekor 2,5 juta unit sepanjang 2025, dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Di luar pasar Amerika Serikat dan Eropa, model EV China menguasai sekitar 55% penjualan kendaraan listrik global tahun lalu.

IEA memperkirakan penjualan EV global akan mencapai 23 juta unit pada 2026 atau hampir 30% dari total penjualan mobil dunia. Pada 2025, penjualan EV global telah melampaui 20 juta unit atau sekitar seperempat total pasar otomotif dunia. (DK)