Yen sentuh level terendah dalam empat pekan terhadap dolar
Kamis, 28 Mei 2026
TOKYO - Yen melemah mendekati level yang memicu intervensi pemerintah Jepang setelah dolar AS menguat di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran.
Mata uang Jepang turun 0,14% ke 159,51 per dolar AS pada Rabu (27/5), level terlemah sejak 30 April ketika otoritas Jepang terakhir kali turun tangan menopang yen.
Seperti dikutip Reuters, pelaku pasar menilai level 160 yen per dolar menjadi batas penting yang berpotensi memicu intervensi baru.
Kepala structuring Amerika Utara di Moneycorp, Eugene Epstein, mengatakan pasar kembali menguji keseriusan Bank of Japan setelah intervensi sebelumnya gagal membalikkan tren pelemahan yen secara permanen.
“Pola ini pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah melakukan intervensi, pasar tidak percaya, lalu otoritas kembali masuk dan pasar akhirnya merespons,” ujarnya.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% bagi Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga seperempat poin pada rapat kebijakan 15–16 Juni, menurut data LSEG.
Di sisi lain, dolar AS bertahan kuat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan masih ada sejumlah persoalan dalam pembicaraan damai dengan Iran.
Pernyataan itu meredam harapan berakhir cepatnya konflik setelah Washington membantah laporan televisi pemerintah Iran terkait kesepakatan awal pemulihan pelayaran di Selat Hormuz.
Penguatan dolar menekan mata uang utama lain. Euro turun tipis ke US$1,1631, poundsterling melemah 0,11% ke US$1,3432, sementara dolar naik 0,13% terhadap franc Swiss.
Indeks dolar bertahan di 99,2 dan menuju penguatan dua hari beruntun.
Sementara itu, dolar Selandia Baru atau kiwi menjadi mata uang dengan kinerja terbaik setelah bank sentral negara itu memberi sinyal potensi kenaikan suku bunga lebih cepat dan agresif dari perkiraan pasar.
Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga acuan, namun keputusan berlangsung ketat dengan tiga anggota mendukung kenaikan seperempat poin dan tiga lainnya memilih menahan suku bunga.
Kiwi melonjak 1,11% ke US$0,59, berbalik menguat dari pelemahan sebelumnya. Sebaliknya, dolar Australia turun 0,35% ke US$0,71415 setelah data menunjukkan inflasi tahunan melambat menjadi 4,2% pada April.
Dolar Australia juga anjlok 1,39% terhadap kiwi ke level 1,202, mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir satu dekade. (DK)