BUMI incar Rp1,83 triliun lewat obligasi, kupon tertinggi 9,05%
Kamis, 28 Mei 2026
JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menghimpun dana Rp1,83 triliun melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026, dalam 3 seri dengan kupon mulai 7,50-9,05%.
Obligasi Seri A ditawarkan dengan jumlah pokok Rp600 miliar, Seri B Rp905,9 miliar, dan Seri C Rp333,86 miliar.
Masa penawaran umum obligasi berlangsung pada 21 Mei 2026, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Mei 2026.
Dalam prospektus yang disampaikan ke bursa, BUMI berencana menggunakan Rp1,5 triliun hasil penerbitan obligasi untuk pinjaman kepada PT Arutmin Indonesia.
Menurut data IDNFinancials.com, Arutmin adalah entitas usaha BUMI yang menjalankan bisnis tambang batu bara. Arutmin menyumbang 83,29% terhadap total pendapatan dan sekitar 38% laba sebelum pajak BUMI.
“Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan sehari-hari,” jelas manajemen BUMI, dalam prospektus.
Manajemen menambahkan penerbitan obligasi ini akan membuat Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan meningkat jadi 0,20x. Namun posisi ini dinilai tetap wajar, karena memenuhi syarat rasio keuangan dalam fasilitas pinjaman yang telah diterima perusahaan yaitu maksimal 1,50x.
Sebelumnya pada awal Februari 2026, BUMI juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 sejumlah Rp612,75 miliar. Manajemen menyampaikan penerbitan efek itu dalam rangka refinancing pinjaman senilai US$20,46 juta dan modal kerja perusahaan. (KR)