Bollore tolak akuisisi Universal Music US$64 miliar dari Bill Ackman

Kamis, 28 Mei 2026

image

NEW YORK - CEO Bollore, Cyrille Bollore mendesak Universal Music Group (UMG) menolak proposal akuisisi senilai US$64 miliar dari investor miliarder Bill Ackman. 

Menurutnya, tawaran tersebut terlalu rendah, menggunakan kas milik UMG sendiri, dan tidak sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.

Dalam rapat tahunan pemegang saham Bollore pada Rabu, Cyrille Bollore mengatakan keluarga Bollore tidak melihat alasan untuk menerima proposal dari Pershing Square Capital Management tersebut. 

Seperti dikutip Reuters, saat ini Vincent Bollore menguasai 18,4% saham UMG, sementara Vivendi memegang 13,4%, cukup untuk menggagalkan transaksi.

“Kami menilai harga yang ditawarkan sama sekali belum menarik,” ujar Cyrille Bollore.

“Ia juga tidak menggunakan uangnya sendiri, melainkan uang Universal Music.”

Pernyataan itu menjadi komentar publik pertama dari pemegang saham utama UMG terkait pendekatan tak diminta yang diajukan Ackman.

Cyrille Bollore menegaskan pihaknya tidak berada dalam tekanan untuk menjual saham. Namun, Bollore membuka peluang melepas sebagian kecil kepemilikan jika valuasi UMG lebih tinggi.

“Jika harga saham berada di kisaran 27–28 euro, tentu masuk akal mempertimbangkan penjualan sebagian saham,” katanya.

UMG menolak memberikan komentar, sementara perwakilan Ackman belum memberikan tanggapan.

Ackman sebelumnya mengungkapkan bahwa panggilan pertamanya sebelum meluncurkan proposal adalah kepada keluarga Bollore.

Ia juga mengakui bahwa tanpa dukungan keluarga tersebut, transaksi tidak akan bisa terlaksana.

Cyrille Bollore menambahkan bahwa grup Bollore memiliki kas sebesar 5,6 miliar euro dan tengah membagikan 4,5 miliar euro kepada pemegang saham, sehingga tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk menjual aset.

Ia juga mengkritik gaya manajemen Ackman dan menyatakan dukungannya terhadap strategi ekspansi dan akuisisi yang dijalankan manajemen UMG saat ini.

“Saya mendorong manajemen Universal Music untuk menolaknya. Bagi saya pribadi, proposal itu pada dasarnya sudah ditolak,” ujarnya.

Proposal Ackman mencakup pembayaran tunai 9,4 miliar euro ditambah 0,77 saham baru untuk setiap saham UMG, serta rencana memindahkan pencatatan utama saham UMG dari Amsterdam ke Amerika Serikat. 

UMG sebelumnya juga menyatakan akan menjual separuh kepemilikannya di Spotify setelah Ackman menilai pasar belum sepenuhnya menghargai nilai aset tersebut.

Konglomerat Music Terbesar

Universal Music Group (UMG) adalah konglomerat musik terbesar di dunia, dengan portofolio yang mencakup label rekaman, penerbitan musik, dan jaringan distribusi di puluhan negara. UMG berkantor pusat korporat di Hilversum, Belanda, sementara pusat operasionalnya berada di Santa Monica, California.

Perusahaan ini merupakan satu dari tiga label mayor dunia bersama Sony Music dan Warner Music Group, dengan bisnis utama di bidang rekaman, penerbitan, dan distribusi musik artis-artisnya, serta lisensi kekayaan intelektual untuk film, televisi, streaming, dan iklan. Britannica

Meski secara resmi berdiri pada 1996, akar UMG dapat ditelusuri hingga 1962 ketika Music Corporation of America (MCA) mengakuisisi divisi AS dari Decca Records — label yang sendirinya telah berdiri sejak 1934, sedangkan MCA didirikan pada 1924.

Melalui serangkaian merger dan akuisisi besar, termasuk pembelian PolyGram pada 1998 dan EMI pada 2012, UMG tumbuh menjadi rumah bagi label-label ikonik seperti Capitol, Def Jam, Interscope, Island, Motown, hingga Deutsche Grammophon.

Perusahaan ini go public di bursa Euronext Amsterdam pada September 2021, setelah sebelumnya mayoritas sahamnya dipegang oleh grup media Prancis, Vivendi.

(DK)