Bitcoin anjiok jadi aset terbesar ke-13, dana pindah ke logam mulia

Kamis, 28 Mei 2026

image

JAKARTA - Bitcoin turun ke peringkat ke-13 aset terbesar dunia setelah harganya merosot ke sekitar US$76.000, membuat kapitalisasi pasarnya menyusut menjadi sekitar US$1,5 triliun.

Bitcoin mengalami tekanan sepanjang 2026 dengan penurunan 11% sejak awal tahun dan hampir 30% dalam 12 bulan terakhir, seiring pergeseran aliran dana investor ke sektor lain yang mencatat kinerja lebih kuat.

Seperti dikutip CoinDesk, logam mulia menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari rotasi tersebut. 

Gold sempat melonjak ke rekor US$5.600 per ons pada Januari sebelum turun ke sekitar US$4.486, sementara Silver naik hingga US$120 per ons dan kini diperdagangkan di kisaran US$76.

Reli logam mulia itu mendorong perak menjadi aset terbesar kelima di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, mencerminkan tingginya permintaan terhadap aset safe haven tradisional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di saat yang sama, lonjakan saham kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor jauh melampaui kinerja bitcoin. 

Kelompok saham teknologi “Magnificent Seven” terus menguat, dengan ETF Roundhill Magnificent Seven naik 33% dalam setahun terakhir.

Produsen chip seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dan Broadcom kini telah melampaui kapitalisasi pasar bitcoin. Keduanya bernilai sekitar US$2 triliun dan menempati posisi kedelapan serta kesembilan aset terbesar dunia.

Sementara itu, Micron Technology baru-baru ini menjadi perusahaan semikonduktor terbaru yang menembus valuasi US$1 triliun. 

Adapun Samsung Electronics dengan valuasi sekitar US$1,3 triliun kini berada tepat di bawah bitcoin. (DK)