Kredit AMAR melesat 30,62%, loan-to-deposit ratio masih di atas 100%
Kamis, 28 Mei 2026
JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), salah satu emiten bank digital Indonesia, membukukan capaian penyaluran kredit yang tumbuh signifikan di atas rata-rata industri sebesar 10,42% — melesat 30,62% secara tahunan pada kuartal I 2026.
Dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials, kredit AMAR per kuartal I 2026 mencapai Rp4,16 triliun, mendorong total aset melonjak 34,72% menjadi Rp6,93 triliun.
“Pendekatan yang berorientasi pada nasabah (customer-focused) terus melandasi strategi digital bank, yakni dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data (data insights) agar dapat merespons kebutuhan segmen ritel dan UMKM yang dinamis dengan cepat,” jelas Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian.
AMAR diketahui berfokus pada penyaluran kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan 60% portofolio kredit Perseroan berasal dari segmen usaha mikro.
Namun, di tengah pelemahan kredit UMKM secara industri dan tingkat NPL yang tinggi I segmen tersebut, AMAR membukukan penurunan non-performing loan (NPL) yang cukup signifikan, dari 1,48% menjadi 0,86% pada kuartal I 2026.
Sebagai catatan, ekspansi kredit tersebut juga turut mendorong pendapatan bunga bersih tumbuh 15,58% menjadi Rp370,20 miliar, sehingga laba bersih mampu merangkak naik 5,36% menjadi Rp71,12 miliar.
Dari segi pendanaan, AMAR juga berhasil mendongkrak perolehan Dana PIhak Ketiga (DPK), yang melonjak 115,46% menjadi Rp2,91 triliun.
“Dalam industri perbankan, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit atau peningkatan laba, tetapi juga dari kemampuan membangun struktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Vishal.
Di sisi lain, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan-to-deposit ratio/LDR) AMAR masih menembus 142,56% — jauh di atas rekomendasi LDR ideal Bank Indonesia sebesar 80-92%. Namun, manajemen menambahkan, angka ini membaik dari 235,04% di kuartal yang sama tahun lalu. (ZH)