Tekan inflasi The Fed diprediksi naikkan bunga, US$ terus menguat?

Kamis, 28 Mei 2026

image

NEW YORK - Dolar AS berpotensi menguat setelah lama bergerak dalam kisaran sempit, seiring dengan Federal Reserve yang mulai fokus menghadapi risiko inflasi yang kembali memanas.

Seperti dikutip Reuters, sepanjang paruh pertama tahun lalu, indeks dolar AS melemah hampir 11%.

Namun sejak itu, pergerakannya cenderung stabil dalam rentang terbatas, membuat pelaku pasar menunggu arah berikutnya dari mata uang utama dunia tersebut.

Kekhawatiran inflasi meningkat setelah harga minyak melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran. 

Kondisi ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik tajam dan memperkuat daya tarik dolar.

Strategis FX dan Suku Bunga Macquarie Group, Thierry Wizman, mengatakan dolar berpotensi mengalami penguatan lebih lanjut jika harga minyak tetap tinggi dan The Fed memberi sinyal kebijakan yang lebih ketat.

Indeks dolar AS kini naik hampir 1,5% sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari dan diperdagangkan di sekitar level 99, mendekati batas atas rentang perdagangannya selama setahun terakhir.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun telah naik sekitar 50 basis poin sejak perang Iran dimulai, sementara yield tenor 2 tahun melonjak hampir 70 basis poin. 

Kenaikan yield membuat aset dolar lebih menarik dibanding mata uang lain seperti euro dan yen.

Investor menilai ekonomi AS lebih tahan terhadap guncangan energi dibanding Eropa dan Asia, memberi keuntungan tambahan bagi dolar sebagai mata uang utama perdagangan minyak global.

Pelaku pasar juga mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga setelah inflasi menunjukkan tanda-tanda bertahan tinggi. 

Ketua The Fed Kevin Warsh kini diperkirakan akan mengambil sikap lebih hawkish dalam beberapa pekan mendatang.

Meski sebagian investor masih bearish terhadap dolar dalam jangka panjang karena masalah defisit fiskal AS, banyak yang kini bersikap netral hingga positif dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. (DK)