China usir kapal perang Belanda di Laut China Selatan

Kamis, 28 Mei 2026

image

TIONGKOK - Militer China mengklaim telah mengusir kapal perang Belanda di Laut China Selatan menggunakan peringatan dan gangguan elektronik (jamming navigasi/komunikasi).

Seperti dikutip USNI News, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyebut fregat pertahanan udara Belanda HNLMS De Ruyter dan helikopternya memasuki wilayah udara Kepulauan Paracel pada Rabu. 

Beijing menyatakan kapal tersebut dipaksa menjauh dengan “langkah yang diperlukan” sesuai hukum dan regulasi China.

China menguasai Kepulauan Paracel sejak merebutnya dari Vietnam pada 1970-an dan kini menempatkan jaringan pangkalan militer serta kemampuan perang elektronik di kawasan tersebut.

Juru Bicara PLA Senior Captain Zhai Shichen menegaskan China menentang tindakan yang dianggap provokatif dan akan terus menjaga kedaulatan nasional serta stabilitas kawasan.

Kapal perang Belanda itu tengah menjalankan misi Pacific Archer selama lima bulan di Indo-Pasifik untuk mendukung kebebasan navigasi dan mempererat kerja sama dengan sekutu. 

De Ruyter juga dijadwalkan mengikuti latihan angkatan laut Rim of the Pacific di Hawaii tahun ini.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya pembangunan pulau buatan China di Laut China Selatan, termasuk proyek reklamasi besar di Antelope Reef yang disebut dapat menjadi pulau buatan terbesar di kawasan. (DK)