Rockefeller ramal harga emas tembus US$10.000 di 2030

Kamis, 28 Mei 2026

image

JAKARTA – Rockefeller Global Investment Management, firma pengelola investasi dengan total aset US$20 miliar, memperkirakan harga emas dunia akan menembus US$5.500 per troi ons pada 2027 dan US$10.000 per troi ons pada 2030.

Ahli strategi makroekonomi dan pasar di Rockefeller Global Investment Management, Doug Moglia, mengatakan komoditas kini kembali menjadi instrumen diversifikasi, setelah ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Moglia, dalam riset terbaru yang dikutip Kitco, menilai logam mulia tetap memimpin reli di pasar komoditas. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir, pasar komoditas banyak digerakkan oleh isu elektrifikasi hingga ekspansi kecerdasan buatan.

“Logam mulia menjadi pemimpin reli, dengan kenaikan harga emas 92% dan perak melonjak lebih dari dua kali lipat atau sekitar 152% sejak awal 2025,” jelas Moglia.

Selain itu, Moglia menekankan pergeseran rezim bank sentral di berbagai negara, yang telah meningkatkan cadangan emasnya. Perubahan ini menyusul tingginya eksposur cadangan bank sentral terhadap dolar AS hingga euro, yang justru lebih berisiko terhadap gejolak geopolitik.

“Emas—aset makroekonomi global tanpa penerbit maupun risiko—mendapat manfaat utama dari pergeseran rezim ini,” imbuh Moglia.

Moglia juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap sikap independen bank sentral, seperti Federal Reserve di AS. Sementara meningkatnya risiko fiskal dan guncangan geopolitik akibat perang, juga dinilai menjadi pendorong fase bullish bagi emas.

“Kami memperkirakan emas akan diperdagangkan di atas US$5.500 per ons pada 2027 dan mencapai US$8.000 per ons sebelum 2030, dengan potensi lonjakan hingga US$10.000 per ons,” ungkap Moglia, yang juga pernah ahli strategi di Morgan Stanley.

Sedangkan untuk komoditas perak, Moglia menilai fundamentalnya tetap kuat, meski pergerakan harga untuk jangka pendek lebih banyak dipengaruhi oleh momentum.

Dengan volatilitas pasar dan normalisasi persediaan belakangan ini, Moglia melihat potensi kenaikan harga perak justru lebih terbatas dibandingkan dengan emas. (KR)