Meski dibatasi AS, ekspor chip China tembus rekor naik 100%

Kamis, 28 Mei 2026

image

TIONGKOK - Pasar chip AI China berkembang pesat di tengah pembatasan ekspor teknologi dari Amerika Serikat, dengan ekspor semikonduktor negara itu melonjak tajam pada April.

Menurut unggahan The Kobeissi Letter di platform X, ekspor chip China naik 100% dibanding tahun sebelumnya menjadi rekor US$31 miliar pada April 2026. 

Seperti dikutip dari Benzinga, nilai tersebut tercatat meningkat tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Penjualan luar negeri laptop, tablet, dan komponennya juga melonjak 47% secara tahunan. 

Secara keseluruhan, ekspor China naik 14% menjadi US$359 miliar pada April, level bulanan tertinggi sepanjang sejarah.

Goldman Sachs dan Nomura memperkirakan semikonduktor, komputer, dan produk terkait AI menyumbang sekitar separuh pertumbuhan ekspor China bulan lalu.

Lonjakan ini terjadi ketika produsen chip utama China mempercepat produksi semikonduktor canggih di tengah meningkatnya permintaan AI dan keterbatasan pasokan global.

Perusahaan seperti Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC), Hua Hong Semiconductor, dan sejumlah produsen chip yang terkait Huawei tengah memperluas kapasitas produksi dengan teknologi tercanggih yang tersedia di China.

Analis Albright Stonebridge Group, Paul Triolo, menyebut pembatasan ekspor AS justru menjadi “bahan bakar roket” bagi permintaan chip domestik China. 

Larangan terhadap chip Nvidia juga mendorong perusahaan lokal seperti Huawei dan Moore Threads mengisi kekosongan pasar, meski performanya masih di bawah produk AS.

Pada Maret lalu, perusahaan semikonduktor terkemuka China juga menyerukan upaya nasional untuk mengembangkan alternatif domestik bagi teknologi litografi EUV milik ASML, pemasok utama mesin chip tercanggih dunia. (DK)