Anthropic berpotensi lampaui Nvidia sebagai perusahaan terbesar

Kamis, 28 Mei 2026

image

WASHINGTON - Perhatian pasar terhadap IPO SpaceX dinilai bisa salah sasaran. Investor teknologi Gavin Baker justru menyebut perusahaan AI Anthropic sebagai kandidat paling potensial untuk menyalip Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia.

Dalam wawancara di kanal YouTube Invest Like the Best, pendiri Atreides Management itu mengatakan pertumbuhan bisnis Anthropic jauh lebih agresif dibanding SpaceX, terutama karena ledakan permintaan teknologi AI generatif.

Seperti dikutip dari YahooFinance, Anthropic, pengembang chatbot Claude, disebut memulai tahun ini dengan pendapatan tahunan sekitar US$10 miliar dan kini diperkirakan telah mencapai laju pendapatan tahunan US$45 miliar. 

Baker menilai lonjakan tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tercepat dalam sejarah industri perangkat lunak.

Ia membandingkan perkembangan Anthropic dengan gabungan bisnis Palantir, Snowflake, dan Databricks yang disebut berhasil disamai Anthropic hanya dalam waktu satu bulan.

Anthropic juga dilaporkan baru menggalang dana dengan valuasi sekitar US$900 miliar. Menurut Baker, minat investor bahkan bisa mendorong valuasi perusahaan hingga US$1,8 triliun jika perusahaan ingin menghimpun dana lebih besar.

Pandangan ini muncul di tengah dominasi Nvidia di industri AI. 

Kapitalisasi pasar Nvidia kini mencapai sekitar US$5,2 triliun setelah sahamnya melonjak 55% dalam setahun terakhir, didorong lonjakan permintaan chip AI dan pusat data.

Namun Baker menilai nilai terbesar industri AI pada akhirnya akan lebih banyak mengalir ke pengembang model AI terdepan seperti Anthropic, bukan ke produsen chip seperti Nvidia.

Meski demikian, Anthropic masih berstatus perusahaan privat dan belum mengumumkan jadwal IPO resmi. 

Posisi Claude sebagai model AI terdepan juga masih menghadapi persaingan ketat dari GPT milik OpenAI, Gemini milik Google, serta Llama dari Meta. (DK)