Airlangga bidik investasi China untuk data center Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026

image

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong peningkatan investasi asal China, khususnya dari Provinsi Hebei, dalam pengembangan industri hilirisasi hingga teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Hebei yang dipimpin Wakil Gubernur Zhao Chenxin di Jakarta, Selasa (26/5).

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia dan China yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Volume perdagangan Indonesia dengan Tiongkok saat ini telah mencapai tiga kali lipat dibandingkan total perdagangan dengan kawasan Eropa maupun Amerika Serikat,” ujar Airlangga, dalam siaran pers di laman resmi Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Selasa (26/5).

Ia mengatakan pemerintah saat ini terus mendorong masuknya investasi karena dinilai memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional.

“Investasi tersebut diproyeksikan mampu memperluas ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta meningkatkan perolehan devisa negara melalui hasil produksinya,” katanya.

Menurutnya, kerja sama Indonesia dan China juga menjadi fondasi penting dalam mendukung program hilirisasi nasional, terutama pada sektor nikel dan bauksit.

Airlangga turut menawarkan peluang pengembangan kawasan ekonomi strategis berbasis teknologi tinggi dan smart technology, termasuk AI.

Secara khusus, ia menyoroti potensi Indonesia Timur, terutama Sulawesi Utara, sebagai lokasi strategis pengembangan pusat data internasional.

“Lokasi tersebut sangat prospektif bagi pengembangan pusat data karena terkoneksi langsung dengan jaringan transmisi global menuju Amerika Serikat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Hebei Zhao Chenxin menyampaikan apresiasi atas berbagai kebijakan pemerintah Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Hebei akan mendorong pelaku usaha asal wilayahnya untuk memperluas ekspansi bisnis di Indonesia.

“Pemerintah Hebei akan segera mengomunikasikan peluang tersebut kepada komunitas bisnis di Tiongkok sebagai pertimbangan investasi ke depan,” kata Zhao Chenxin.

Pertemuan juga membahas peluang kerja sama efisiensi logistik melalui pengembangan jalur pelayaran langsung atau shipping line antara Indonesia dan China. (DK)