Survei bank ungkap konglomerat mulai cemas pada resesi global
Kamis, 28 Mei 2026
JAKARTA – Lebih dari separuh individu dengan kekayaan tinggi di kawasan Asia Pasifik khawatir akan terjadinya resesi ekonomi global dalam tiga tahun mendatang, menurut survei Lombard Odier.
Survei dari bank swasta asal Swiss itu, menunjukkan 55% responden khawatir pada potensi melambatnya ekonomi global. Seperti dikutip Reuters, hampir separuh lainnya bahkan koreksi tajam atau kejatuhan pasar saham.
Survei itu juga menunjukkan investor menghadapi ketidakpastian global, mulai dari imbas kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) serta perang di Timur Tengah yang telah berlangsung tiga bulan, hingga mendorong lonjakan harga energi.
Dengan tekanan inflasi di berbagai negara, survei Lombard Odier menunjukkan kelompok berpenghasilan tinggi di Asia Pasifik semakin fokus menjaga kekayaan dan mengelola risiko investasi mereka.
Lombard Odier juga mencatat hampir empat dari 10 responden, belum memiliki perencanaan dalam suksesi kekayaan. Namun mayoritas menyatakan ingin menjaga agar aset keluarga bisa disalurkan secara turun-temurun.
Jepang, Filipina, Malaysia, dan Hong Kong menjadi pasar dengan tingkat kesiapan suksesi kekayaan terendah dalam survei tersebut.
Di banyak keluarga Asia, generasi pendiri atau kepala keluarga masih memegang kendali bisnis dan belum cukup melibatkan generasi penerus,” kata Head of Wealth Planning Lombard Odier untuk kawasan Asia, Louisa Loo, dalam diskusi media pada Kamis (28/5) di Singapura.
“Akibatnya, generasi berikutnya sudah memiliki jalur karier atau minat bisnis sendiri, sehingga mereka belum siap, atau bahkan tidak tertarik mengambil alih bisnis keluarga,” imbuhnya.
Survei tersebut berlangsung pada Desember 2025 hingga Februari 2026 dan melibatkan lebih dari 390 individu dengan kekayaan tinggi di Asia Pasifik. Beberapa di antaranya termasuk nasabah Lombard Odier, yang memiliki aset investasi bersih US$1 juta per orang. (KR)