Restrukturisasi Utang, Venezuela tunjuk Centerview tanpa lelang
Jumat, 29 Mei 2026
CARACAS - Pemerintahan sementara Venezuela di bawah Presiden Delcy Rodríguez mengumumkan rencana perombakan lebih dari US$150 miliar utang negara dengan komitmen pada transparansi, sebagai perubahan dari pemerintahan sebelumnya.
Namun, penunjukan firma AS Centerview Partners sebagai penasihat restrukturisasi dilakukan tanpa proses kompetitif formal, menurut delapan sumber yang mengetahui proses tersebut.
Seperti dikutip Reuters, hal ini menimbulkan pertanyaan dari investor dan pejabat terkait transparansi dan keadilan pemilihan.
Centerview, yang relatif baru dalam restrukturisasi utang negara, akan memperoleh prestise besar serta potensi pendapatan puluhan juta dolar.
Perannya mencakup penyusunan strategi keuangan Venezuela dan memimpin negosiasi utang yang gagal bayar sejak 2017 di bawah Nicolás Maduro, dengan nilai miliaran dolar yang menentukan skala penghapusan utang serta kesehatan fiskal negara.
Sejumlah sumber juga menyoroti peran investor Mauricio Claver-Carone dalam proses penunjukan tersebut, meski ia tidak memiliki jabatan resmi saat ini.
Ia mengatakan hanya memberi pandangan saat diminta dan mempertanyakan perlunya proses lelang terbuka.
Pihak Centerview menyatakan mereka dipilih karena pengalaman dalam restrukturisasi utang negara besar dan tidak memiliki konflik kepentingan.
Pemerintah Venezuela menyebut firma tersebut dipilih karena pemahaman mendalam terhadap situasi negara, rekam jejak kuat, serta hubungan jangka panjang dengan Venezuela.
Namun, beberapa firma besar seperti Lazard, Rothschild, dan Alvarez & Marsal tidak diundang secara formal untuk berkompetisi, sesuatu yang dianggap tidak lazim dalam proses restrukturisasi besar.
Seiring dimulainya proses restrukturisasi, obligasi internasional Venezuela sempat naik ke level tertinggi lebih dari satu dekade sebelum sedikit melemah ke kisaran 50–57 sen per dolar.
Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya minat investor global yang datang ke Caracas untuk mencari peluang, meski ketidakpastian hukum dan harga aset tinggi membuat banyak kesepakatan belum tentu berlanjut menjadi kontrak.
Centerview sendiri telah beberapa kali bertemu pejabat di Caracas sejak Februari, dengan pengalaman tim yang luas dalam restrukturisasi utang negara seperti Argentina, Kongo, hingga Yunani.
Para pemegang obligasi berharap Venezuela dapat bergerak cepat dan mencapai kesepakatan dengan kreditur sebelum akhir tahun 2027. (DK)