Harga chip melonjak, ByteDance kembangkan CPU sendiri

Jumat, 29 Mei 2026

image

TIONGKOK - Raksasa teknologi China ByteDance dikabarkan sedang mengembangkan CPU (central processing unit) miliknya sendiri untuk mendukung kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat, menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Seperti dikutip Reuters, langkah ini diambil di tengah lonjakan harga chip dan gangguan pasokan global yang semakin menekan ekspansi perusahaan. 

Menurut sumber tersebut, kebutuhan CPU melonjak seiring pergeseran industri ke “inference”, yaitu tahap penggunaan model AI untuk menjalankan tugas-tugas agen (agentic tasks) yang lebih kompleks dan membutuhkan kombinasi CPU serta GPU.

GPU sendiri selama ini didominasi oleh Nvidia, yang menjadi pemain utama dalam ledakan AI global.

Perubahan ini juga mendorong perusahaan teknologi besar lain seperti Alphabet, Amazon, dan Microsoft untuk mengembangkan CPU kustom mereka sendiri demi menekan biaya dan menyesuaikan performa dengan kebutuhan masing-masing beban kerja.

Sementara itu, produsen CPU seperti Intel dan AMD juga disebut ikut diuntungkan karena permintaan chip AI yang sangat tinggi.

ByteDance, induk dari TikTok, menargetkan CPU buatannya akan digunakan di server dan pusat data internal untuk mendukung operasi perusahaan, terutama saat mereka bersiap meluncurkan produk berbasis agen AI, termasuk platform Coze.

Perusahaan juga disebut telah menggandeng sejumlah mitra eksternal untuk membantu desain chip sekaligus mengamankan kapasitas produksi di pabrik semikonduktor (foundry). Namun, proyek ini masih berada pada tahap awal.

ByteDance dikabarkan menguji dua pendekatan desain CPU:

     • Berbasis Arm (Arm)

     • Berbasis RISC-V (arsitektur open-source)

Pendekatan ganda ini umum dilakukan perusahaan teknologi besar sebagai strategi lindung nilai sebelum memilih desain final untuk produksi massal.

Intel dilaporkan memperingatkan pelanggan di China bahwa waktu tunggu CPU server bisa mencapai enam bulan.

AMD juga menyebut pasar CPU global saat ini “ketat” karena permintaan lebih tinggi dari perkiraan.

ByteDance sendiri masih membeli CPU dari Intel dan AMD, tetapi kenaikan harga yang mencapai 10% hingga 35% dalam beberapa kuartal terakhir membuat perusahaan mempercepat pengembangan chip internal.

Di sisi lain, Nvidia juga mulai memperluas bisnisnya ke CPU untuk memperkuat posisinya di pasar AI. 

CEO Jensen Huang bahkan menargetkan pasar baru senilai sekitar 200 miliar dolar AS melalui pengembangan prosesor generasi baru.

Secara keseluruhan, langkah ByteDance menegaskan bahwa persaingan di industri chip AI kini semakin ketat, dengan banyak perusahaan besar beralih dari sekadar pembeli menjadi perancang chip mereka sendiri. (DK)