Inflasi AS tinggi, pasar mulai prediksi kenaikan suku bunga The Fed
Jumat, 29 Mei 2026
NEW YORK - Harga jasa naik 0,3%, dipimpin kenaikan 0,6% pada sektor perumahan dan utilitas serta kenaikan 0,5% pada layanan makanan dan akomodasi.
Seperti dikutip CNBC, harga perumahan secara umum meningkat 0,5%, menjadi kenaikan bulanan terbesar setidaknya sejak Januari 2025.
Sementara itu, inflasi jasa di luar makanan, energi, dan perumahan naik lebih moderat sebesar 0,2% dalam sebulan.
Data inflasi ini dinilai memberi sedikit sinyal bahwa tekanan harga inti mulai mereda, meski kemungkinan belum cukup untuk mengubah ekspektasi pasar.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga setidaknya hingga akhir 2026.
Bahkan, pasar mulai melihat peluang bahwa langkah berikutnya dari bank sentral justru berupa kenaikan suku bunga, kemungkinan pada awal tahun depan.
Sebelumnya inflasi sempat bergerak mendekati target The Fed sebesar 2%, namun perang Iran dan dampak tarif perdagangan kembali mengganggu upaya tersebut.
Para pejabat bank sentral kini semakin fokus pada risiko inflasi, terutama karena pasar tenaga kerja mulai menunjukkan stabilitas.
Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan sebenarnya dapat diturunkan.
Namun, pandangan itu diperkirakan akan menghadapi penolakan dari anggota lain di Federal Open Market Committee (FOMC). (DK)
Terkait: Ekonom Moodys Mark Zandi: Ekonomi Amerika sedang struggle