Nvidia hingga Apple raup ratusan miliar dolar dari pasar China

Jumat, 29 Mei 2026

image

TIONGKOK - Pasar China menyumbang pendapatan sebesar US$362,2 miliar bagi 100 perusahaan terbesar Amerika Serikat yang beroperasi di negara tersebut pada 2025, naik 1,2% dibanding tahun sebelumnya, menurut survei Hurun Research Institute yang dirilis Senin.

Survei tersebut menunjukkan China telah menjadi pasar pendapatan terbesar kedua secara global bagi sekitar separuh perusahaan dalam daftar tersebut. 

Seperti dikutip GLOBALTIMES, komunitas bisnis AS juga disebut tidak lagi hanya fokus memperoleh akses pasar, tetapi semakin mendorong kerja sama bisnis yang lebih dalam di China.

Ketua dan Kepala Peneliti Hurun, Rupert Hoogewerf, mengatakan pasar China menyumbang sekitar 12% dari total pendapatan perusahaan-perusahaan AS dalam daftar Hurun 100.

Bahkan, enam perusahaan memperoleh lebih dari separuh pendapatannya dari China, menunjukkan pentingnya pasar China secara strategis bagi bisnis AS.

Perusahaan semikonduktor AS mendominasi daftar tersebut, dengan enam dari 10 posisi teratas ditempati perusahaan chip. 

Qualcomm, Nvidia, Intel, dan Broadcom masing-masing mencatat pendapatan lebih dari US$10 miliar di China.

Apple menjadi salah satu contoh utama dengan pendapatan mencapai US$64,4 miliar di China tahun lalu. Perusahaan itu memiliki sekitar 200 pemasok inti, dengan lebih dari 70% memiliki pabrik di daratan China. 

Survei tersebut menyebut rantai pasok Apple sangat terintegrasi dengan ekosistem manufaktur China, yang juga menjadi basis produksi dan mesin pertumbuhan utama perusahaan.

Dalam survei terbaru mengenai perusahaan asing terbesar di China, perusahaan asal AS menjadi yang terbanyak, disusul Jepang dan Jerman.

Wakil Ketua China Society for World Trade Organization Studies, Huo Jianguo, mengatakan survei ini menunjukkan banyak perusahaan AS masih mencatat keuntungan di China, sekaligus mencerminkan ketahanan ekonomi China dan daya tarik pasar domestiknya yang sangat besar.

Meski ketidakpastian geopolitik meningkat, ekonomi China tumbuh 5% pada kuartal pertama 2026, lebih tinggi dari perkiraan sejumlah lembaga asing. 

Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, pasar konsumsi China dinilai akan terus membuka peluang bagi perusahaan asing, termasuk dari AS.

Ketua American Chamber of Commerce di Shanghai, Jeffrey Lehman, juga mengatakan pasar China tetap menjadi bagian penting dalam strategi global banyak perusahaan AS dan menyerukan hubungan AS-China yang stabil demi kepentingan kedua negara dan dunia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan China Wang Wentao bertemu Wakil Perwakilan Dagang AS Rick Switzer untuk membahas tindak lanjut negosiasi ekonomi dan perdagangan bilateral. 

China menyatakan siap memperkuat komunikasi dan memperluas kerja sama ekonomi dengan AS demi menciptakan stabilitas strategis yang konstruktif. (DK)