Saham-saham Prajogo Pangestu melesat meski keluar dari MSCI
Jumat, 29 Mei 2026
JAKARTA – Sejumlah saham milik konglomerat Prajogo Pangestu memimpin daftar Top Gainers sejak pembukaan perdagangan Jumat (29/5), meskipun mendekati periode efektif keluarnya dana pasif yang mengikuti indeks MSCI.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI menetapkan hasil rebalancing Mei 2026 akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan Jumat pekan ini.
Pada rebalancing kali ini, emiten asal Indonesia yang keluar dari terdiri atas enam saham dari MSCI Global Standard Index dan tiga belas saham dari MSCI Global Small Cap Index.
Tiga di antara enam saham yang keluar dari MSCI Global Standard Index berada di bawah kendali Grup Barito, yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu. Ketiganya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Namun sejak pembukaan hingga pukul 11.21 WIB hari ini, harga saham BREN melesat 25% dan CUAN 24,75%. Keduanya memimpin daftar Top Gainers, dengan nilai transaksi masing-masing mencapai Rp1,83 triliun dan Rp1,02 triliun.
Sementara harga saham TPIA terpantau hanya naik 1,05%.
Lonjakan harga saham itu juga diikuti oleh saham-saham di bawah Grup Barito lainnya, meskipun tak terdampak rebalancing MSCI. Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 23,47%, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 15,89%, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 20,86%.
Meskipun demikian, saham-saham Grup Barito masih turun signifikan sejak awal 2026.
Harga saham BREN turun sekitar 65% sejak awal tahun, TPIA turun 79%, CUAN turun 73%, TPIA turun 41%, CDIA turun 47%, dan PTRO turun 58%.
Penurunan harga yang cukup besar pada emiten Grup Barito ini, turut membuat kekayaan Prajogo Pangestu menyusut signifikan dan tak lagi menjadi konglomerat terkaya dari Indonesia. (KR)