Amerika Latin genjot mineral kritis didukung IDB dan Uni Eropa
Rabu, 03 Desember 2025

JAKARTA - Amerika Latin mempercepat pembangunan rantai pasok mineral kritis, setelah Bank Pembangunan Inter-Amerika (IDB) mencatat pemerintah di kawasan ingin menambah nilai di dalam negeri.
Tekanan dari pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump untuk memproduksi mineral kritis lebih dekat ke AS dianggap menjadi katalis percepatan.
“Negara-negara di kawasan ini tengah berupaya meningkatkan kemampuan pengolahan dan pemurnian lithium, tembaga, dan mineral penting lainnya, daripada mengekspor bahan mentah ke Asia,” kata Presiden IDB Ilan Goldfajn, dikutip minning.com (02/12).
Bersama Uni Eropa, IDB meluncurkan inisiatif untuk mendorong investasi bertanggung jawab dan mengembangkan rantai nilai mineral kritis di Amerika Latin dan Karibia.
Uni Eropa memberikan hibah hampir €6,3 juta (US$7,3 juta) untuk membuka pendanaan IDB senilai sekitar €120 juta (US$140 juta) bagi proyek di Argentina, Bolivia, Brasil, Chile, dan Ekuador, terutama untuk kegiatan hilir seperti pengolahan dan pemurnian.
Melalui proyek Mining for the Energy Transition (MET), IDB memberikan bantuan teknis untuk memperkuat kerangka regulasi, meningkatkan data geologi, mendukung pertambangan rendah karbon, dan meningkatkan infrastruktur. Goldfajn menekankan peluang langka bagi pemerintah di kawasan untuk menangkap lebih banyak nilai dari sumber daya mereka.
Amerika Latin menyimpan sekitar 60% cadangan lithium dunia dan memproduksi 46% tembaga global. Brasil memiliki cadangan tanah jarang terbesar kedua, meski produksinya masih terbatas karena kendala teknis dan komersial.
Goldfajn menyoroti bahwa kontrak jangka panjang, seperti kesepakatan 20 tahun Chile menjual hidrogen hijau ke Jerman, menjadi kunci menutup kesenjangan biaya dengan Asia.
IDB juga mendukung proyek ekstraksi langsung, termasuk pinjaman US$100 juta untuk mendukung rencana Rio Tinto senilai US$2,5 miliar memproduksi lithium baterai di Argentina. Goldfajn menilai meski ada perbedaan politik, fokus Washington pada kawasan ini bersifat konstruktif. IDB memperkirakan akan memobilisasi lebih dari US$30 miliar tahun ini, naik dari US$23 miliar tahun lalu, dengan sebagian besar berasal dari sektor publik dan lembaga pembiayaan perusahaan.(DH)