JTPE siap bagikan dividen Rp31 per saham, yield mencapai 4,8%
Jumat, 29 Mei 2026
JAKARTA - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membagikan dividen sebesar Rp210,6 miliar atau setara 60% dari laba bersih tahun buku 2025.Nilai tersebut setara Rp31 per saham, lebih tinggi dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp24 per saham.Direktur Keuangan JTPE, Lukito Budiman mengatakan bahwa sisa laba ditahan akan difokuskan untuk mendukung ekspansi usaha dan penguatan kapasitas produksi perseroan di tengah transformasi bisnis menuju solusi keamanan digital.“Dari hasil keputusan rapat tadi, 60% keuntungan dipakai untuk dividen. Kemudian sisanya dipakai untuk ekspansi usaha,” ujar Lukito dalam paparan publik secara daring, Jumat (29/5).Meski dividend payout ratio turun dari 70% pada tahun sebelumnya menjadi 60%, nilai nominal dividen tahun ini meningkat seiring lonjakan laba perseroan sepanjang 2025.JTPE sebelumnya membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp2,8 triliun pada tahun fiskal 2025, naik 32% secara tahunan.Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp351 miliar pada 2025, melonjak 47,68% dibandingkan Rp237 miliar pada 2024.
Untuk mendukung ekspansi bisnis, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp100 miliar pada 2026.“Capex dialokasikan Rp100 miliar, diprioritaskan untuk peremajaan mesin, modernisasi mesin yang sudah ada, maupun mesin-mesin untuk ekspansi usaha,” katanya.Belanja modal tersebut akan mendukung strategi perseroan memperkuat bisnis inti security printing sekaligus memperluas penetrasi ke bisnis digital security seperti RFID, biometrik, digital identity, dan tanda tangan elektronik (e-sign).Perseroan juga tengah mempercepat ekspansi melalui joint venture pengembangan RFID bersama mitra strategis.Bisnis baru tersebut diperkirakan mulai mencatatkan pendapatan komersial pada Juli 2026 dengan kontribusi awal sekitar 1%-2% terhadap pendapatan.Di sisi lain, JTPE tetap optimistis menghadapi 2026 meski diwarnai ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar.Lukito menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di atas 10% atau mencapai Rp3,06 triliun sepanjang 2026.Pada kuartal I 2026, JTPE membukukan penjualan Rp265 miliar, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp348 miliar."Sektor yang tetap menjadi penopang utama adalah segmen security, khususnya produk identitas, payment card, serta dokumen keamanan," ujarnya.JTPE juga mengantisipasi risiko kenaikan bahan baku dan pelemahan rupiah melalui strategi lindung nilai (hedging) atas impor bahan baku dari luar negeri.“Tantangan terbesar saat ini adalah ketidakpastian geopolitik, kenaikan bahan baku, dan volatilitas kurs. Tetapi kami sudah melakukan strategi hedging untuk mengantisipasi risiko tersebut,” imbuhnya.
Pada perdagangan saham sesi satu hari ini, hingga pukul 11.30 WIB, harga saham JTPE naik 3,25% ke level Rp635 per lembar. Mengacu pada harga saham sesi satu hari ini, maka dividen yield mencapai 4,8%. (DK)