IHSG berbalik melemah, dolar tembus Rp17.910
Jumat, 29 Mei 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,05% pada hari terakhir perdagangan Mei 2026, menambah penurunan sejak awal bulan menjadi 11,92%.
Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp50,15 triliun, naik hampir 2,7 kali lipat dari rata-rata transaksi harian pekan lalu yang berada di kisaran Rp18,82 triliun.
Volume saham yang diperdagangkan di bursa mencapai 47,2 miliar lembar. Sebanyak 271 saham mencatat kenaikan harga, 409 saham melemah, dan 137 saham stagnan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai aksi jual di saham-saham yang keluar dari indeks MSCI, menjadi tekanan bagi IHSG.
Meskipun demikian, koreksi pada saham-saham tersebut tidak sedalam yang dikhawatirkan. Beberapa di antaranya, seperti saham-saham milik Prajogo Pangestu justru melesat.
“Hal ini diduga karena sebelumnya rebalancing indeks MSCI ini sudah diantisipasi oleh investor,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan Jumat sore.
Sementara itu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai ikut menekan IHSG. Menurut data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh Rp17.910 per dolar AS namun bertahan di Rp17.880,5 pada akhir perdagangan hari ini.
Dari kawasan emerging market Asia, indeks saham acuan bergerak campuran. KOSPI Korea Selatan tetap memimpin dengan kenaikan 3,55%, disusul TWSE Taiwan 2,51, dan Hang Seng 0,70%.
Namun indeks saham seperti PCOMP Filipina melemah 1,56%, NIFTY India turun 1,48%, dan FBMKLCI Malaysia turun 0,11%.
Dari pasar valuta asing, won Korea terpantau melemah 1,02% terhadap dolar AS. Sementara yuan China tetap menguat 0,12% terhadap dolar AS, baht Thailand menguat 0,29%, dan ringgit Malaysia menguat 0,35%. (KR)