Hadapi banjir impor dari China, Uni Eropa siapkan manuver baru

Jumat, 29 Mei 2026

image

JAKARTA – Komisi Eropa tengah membahas sejumlah langkah baru untuk melindungi industri di kawasan tersebut, dalam menghadapi lonjakan impor dari China.

Sejumlah langkah baru itu akan dibahas menjelang pertemuan pimpinan Uni Eropa pada 18-19 Juni 2026, menurut laporan Reuters. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mendorong perusahaan Eropa agar mulai mendiversifikasi rantai pasok mereka.

Uni Eropa juga membuka kemungkinan membentuk instrumen perdagangan baru, demi membatasi akses China pada sektor kimia, logam, dan teknologi bersih.

Sebagai catatan, sejumlah negara barat dalam beberapa tahun terakhir memang telah berupaya mengurangi ketergantungan manufaktur terhadap China. Terutama setelah banyak industri berpindah ke China sejak awal 2000-an.

Isu ketidakseimbangan perdagangan dan kelebihan kapasitas produksi di China, juga akan menjadi agenda utama pertemuan G7 mendatang.

Sejumlah negara barat semakin khawatir akan dominasi China, karena memiliki cadangan tanah jarang (rare earth) dan mineral strategis yang dipakai untuk industri pertahanan, teknologi, energi, dan otomotif.

Komisioner Uni Eropa untuk bidang industri, Stephane Sejourne, mengatakan blok tersebut ingin menggunakan instrumen perdagangan yang ada, termasuk tarif impor dan kuota, secara lebih sistematis.

Sebelumnya, Uni Eropa telah mengenakan tarif terhadap kendaraan listrik asal China. Namun kebijakan tersebut tidak mencakup kendaraan hibrid.

Di sisi lain, China menolak tuduhan praktik perdagangan yang tidak adil. Pemerintahan Beijing juga memperingatkan akan mengambil langkah balasan, apabila Uni Eropa menerapkan kebijakan "Buy European" atau memperketat kebijakan atas nama kedaulatan teknologi. (KR)