Sejumlah bank besar Tiongkok pangkas deposito imbal hasil tinggi
Rabu, 03 Desember 2025

BEIJING - Sejumlah bank komersial besar di Tiongkok telah menghapus sertifikat deposito (CD) berskala besar dengan tenor lima tahun dan imbal hasil tinggi dari daftar produk mereka sebagai upaya menekan biaya dan meredam tekanan pada margin keuntungan.
Berdasarkan aplikasi seluler bank-bank tersebut, lembaga seperti Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan Agricultural Bank of China (AgBank) kini hanya menawarkan CD berskala besar dengan tenor lebih pendek, mulai dari enam bulan hingga tiga tahun.
Seperti dikutip reuters.com, produk deposito berjangka pendek itu memberikan bunga sekitar 1,2% hingga 1,8%, lebih rendah dibandingkan CD lima tahun yang sebelumnya menawarkan sekitar 2% hingga 2,1%.
ICBC maupun AgBank belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Bank-bank Tiongkok tengah menghadapi penyusutan margin keuntungan karena pemerintah mendorong mereka untuk mendukung perekonomian yang melambat.
Penurunan suku bunga deposito dapat memberi ruang bagi bank untuk memangkas suku bunga pinjaman.
Data resmi menunjukkan bahwa margin bunga bersih bank-bank komersial Tiongkok, indikator penting profitabilitas, berada di rekor terendah 1,42% pada akhir kuartal ketiga, sama seperti kuartal sebelumnya.
Bank-bank lebih kecil, yang menghadapi tekanan margin lebih besar, telah lebih dulu menerapkan langkah serupa.
Bulan lalu, beberapa bank pedesaan di wilayah Inner Mongolia dan provinsi Yunnan menghentikan penawaran deposito berjangka lima tahun dan menurunkan suku bunga untuk produk berjangka lebih pendek.
Pada Mei, bank-bank besar milik negara juga menurunkan suku bunga deposito setelah otoritas memangkas suku bunga acuan pinjaman untuk menopang ekonomi dari dampak perang dagang AS–Tiongkok.
Meski suku bunga deposito telah dipangkas berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir, langkah tersebut belum mampu menahan lonjakan tabungan rumah tangga, sehingga memicu kekhawatiran atas dampak imbal hasil yang lebih rendah bagi konsumen Tiongkok, yang cenderung membangun perlindungan finansial sendiri. (DK)